Tampak kadinkes saat menerima massa pendemo di depan Kantor Dinkes Bangkalan. (Foto/ Redaksi JatimTimes)
Tampak kadinkes saat menerima massa pendemo di depan Kantor Dinkes Bangkalan. (Foto/ Redaksi JatimTimes)

BANGKALANTIMES - Gerakan Loyalis Perubahan (Gelora) Bangkalan  menuding banyak bidan merujuk pasien di pedesaan ke rumah sakit swasta ketika melahirkan.

Hal itu disampaikan oleh Gelora di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan. Kongkalikong itu menurut mereka ditemukan saat warga hendak mau melahirkan ke puskesdes (pusat kesehatan desa).

Baca Juga : Keluarga Sempat Menyangkal, Polisi Lakukan Identifikasi Jasad Balita di Bululawang

Padahal, menurut Gelors,  masih ada RS daerah, yaitu RSUD Syamrabu Bangkalan, yang bisa menangani orang yang hendak melahirkan. Bahkan RSUD dinilai lebih lengkap peralatan kesehatannya daripada rumah sakit swasta lainnya di Bangkalan.

"Ada indikasi yang mengarah kongkalikong antara bidan desa dengan salah satu RS swasta di Bangkalan," ungkap Munawir saat menyampaikan orasi di depan Dinkes Bangkalan, Jumat (23/10/2020).

Presiden mahasiswa UIN Sunan Ampel ini menuding, jika benar ada kongkalikong,  bidan desa tidak profesional. Bidan dianggap lebih mengutamakan keuntungan daripada pelayanan.

Rumur yang yang terjadi di masyarakat, kalau bidan menangani orang melahirkan di puskesdes, hanya mendapatkan honorium sekitar Rp 500 ribu. Tetapi, kalau dirujuk ke rumah sakit swasta dan langsung di-caesar (operasi),  bisa dapat Rp 1.5 juta bahkan bisa lebih," cetus Munawir.

Maka dari itu, Gelora Bangkalan meminta kepada kepala Dinkes setempat untuk mengeluarkan surat edaran dan instruksi kepada bidan-bidan desa agar mendahulukan rujukan ke RSUD Bangkalan. "Sebab nanti juga akan ada retribusi yang masuk ke kas daerah," ungkapnya.

Baca Juga : Heppiii Comunity Gerakkan Warga Desa Untuk Donor Darah

Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, terkait rujukan bidan desa ke RS swasta, pihaknya mengaku sudah melakukan evaluasi bersama kepala puskesmas (kapus) se-Bangkalan.

Sudiyo juga pernah mendapat laporan dugaan kongkalikong itu dari masyarakat. "Melalui rapat bersama seluruh kapus se-Bangkalan, kami sudah melarang adanya rujukan ke RS swasta," tangkisnya.

Bahkan kadinkes  mengaku dirinya sudah menerbitkan edaran kepada bidan yang membuka praktik mandiri di Kota Dzikir dan Sholawat agar tidak melakukan rujukan tersebut. "Kamis sudah menginstruksikan itu kepada bidan-bidan agar tidak merujuk ke RS swasta, melainkan kami mengarahkan ke RSUD," pungkasnya.