Jatim Times Network Logo
31/01/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Komunitas

Datangi Kejari Bangkalan, HMPB Tanyakan Kelanjutan Kasus Cabul Oknum Kepsek

Penulis : Imam Faikli - Editor : A Yahya

07 - Jan - 2021, 05:26

Tampak, sejumlah mahasiswa pasca sarjana saat lakukan audiensi di Kejari Bangkalan (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)
Tampak, sejumlah mahasiswa pasca sarjana saat lakukan audiensi di Kejari Bangkalan (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)

BANGKALANTIMES - Kasus pelecehan seksual beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Klampis terhadap Guru TK nampaknya belum juga disidangkan. Padahal, penanganan kasus seksual yang menimpa guru TK tersebut sudah mencapai tahap P21. Namun hingga saat ini belum juga disidangkan.

Akibatnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pasca Bangkalan (HMPB) lakukan audiensi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, untuk melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut.

Baca Juga : Gelar Coffee Morning, Danyon 509 BY: Media Miliki Peran Penting Penyambung Informasi

"Audiensi ini kami lakukan sebagai bentuk pengawalan kami terhadap kasus ini, agar kasus yang sudah berada di tahap P21 ini segera tuntas," ujar Komaruddin selaku Biro Advokasi Hukum HMPB, usai lakukan audiensi di Kejari Bangkalan, Kamis (7/1/2021).

Komar sapaan akrabnya itu merasa curiga terhadap kasus yang menimpa guru TK tersebut. Sebab, hingga saat ini kasusnya belum juga dipersidangkan. "Untuk itu kami datang ke sini ingin konfirmasi terhadap kelanjutan dari kasus ini, dan ternyata kasusnya masih dalam proses," jelas dia.

Selanjutnya, ia akan terus melakukan pengawalan terhadap kasus kejahatan seksual di Bangkalan. Sebab dirinya berkeinginan penanganan kajadian ini terus dilanjut agar tidak menjadi bias di masyarakat.

"Kami berharap kasus ini segera diselesaikan agar tidak menjadi hantu di tengah masyarakat. Selain itu, ini bentuk penyadaran hukum bagi masyarakat agar tidak terulang kembali kejadian yang serupa di Bangkalan," tutur dia.

Sementara itu, Ketua HMPB Abdul Hakim mengatakan, audiensi ini dilakukan sebagai bentuk gerakan kemanusiaan. Apalagi kasus ini sudah cenderung sangat lama belum juga diproses. "Kami ke sini tidak membawa tuntutan, tapi kami ingin mengawal kasus ini hingga tuntas, dan yang paling penting jangan sampai kasus ini hilang," kata dia dengan tegas.

Menanggapi hal itu, Kasi Pindum Kejaksaan Negeri Bangkalan,  Choirul Arifin mengatakan, bahwa dirinya tidak akan abai dengan kasus yang sudah ia proses.

Bahkan, dia menyebutkan bahwa kasus tersebut tidak akan hilang dari perkara yang sudah ia tangani. "Intinya kami tetap konsen dengan kasus ini dan tidak akan pernah hilang dan saya jamin 100 persen, bahwa kasus ini akan kami kawal secara profesional," kata dia.

Baca Juga : Gelar Sekolah Literasi, PMII Inginkan Kadernya Jadi Penyebar Virus Literasi di Bangkalan

Selain itu, Kasi Pidum yang akrab disapa Choirul itu mengaku, bahwa perkara ini sudah dinyatakan lengkap penyidikannya. Hanya saja sebetulnya tinggal penyidik Polres Bangkalan menyerahkan tersangka dan barang buktinya ke Kejari untuk dipersidangkan.

"Sebenarnya ini sudah jauh penyidikannya, dan tinggal aparat penyidik Polres Bangkalan untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kami dan siap untuk disidangkan," imbuhnya.

Menurut pengakuannya, dalam waktu dekat ini Polres Bangkalan akan memberikan berkasnya kepada Kejari. "Jika nanti berkasnya sudah diserahkan, maka kami nanti akan langsung melimpahkan ke Pengadilan Negeri Bangkalan agar segera disidangkan," lanjut dia. "Paling tidak dalam minggu depan ini yaa berkasnya sudah diserahkan kepada kami, tersangka beserta barang buktinya," imbuh dia.

Ditanya perihal tersangka, pihaknya menyebutkan bahwa tersangka tidak dilakukan penahanan oleh tim penyidik Polres Bangkalan. Sebab, menurutnya hal itu masih menjadi kewenangannya tim penyidik. "Memang menurut pengakuan tim penyidik Tersangka tidak dilakukan penahanan di dalam rutan (rumah tahanan) itu informasinya dari penyidik," ungkapnya.

Namun meski tersangka tidak dilakukan penahanan, kasus tersebut tetap akan ia lanjut hingga ke meja hijau. "Pasti kasus ini saya jamin akan dilanjut sampai ke meja hijau di pengadilan," tegas dia.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Imam Faikli

Editor

A Yahya