BEM Unisma Dukung Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Mohammad Kholil | Bangkalan TIMES

BEM Unisma Dukung Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Mohammad Kholil

Jan 26, 2021 18:49
Capture surat dukungan BEM Unisma terkait dukungan pengusulan gelar Pahlawan Nasional terhadap Syaikhona Mohammad Kholil (Ist)
Capture surat dukungan BEM Unisma terkait dukungan pengusulan gelar Pahlawan Nasional terhadap Syaikhona Mohammad Kholil (Ist)

MALANGTIMES - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Malang (Unisma) mendukung pengusulan sosok Syaikhona Mohammad Kholil, ulama asal Kabupaten Bangkalan, untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Dukungan tersebut dilakukan melalui surat BEM Unisma yang ditandatangani langsung oleh Presiden Mahasiswa Akhmad Faruq pada 23 Januari 2021.

"Ia benar. Awalnya kami berkomunikasi dengan keturunan dari Syaikhona Mohammad Kholil yang memberikan kabar bilamana tengah proses pengusulan Pahlawan Nasional," jelasnya, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga : Sepi Kunjungan, Pemandu Wisata di Bondowoso Banting Setir Jualan Online

Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipun tidak diminta untuk memberikan dukungan atau dorongan terkait pengusulan gelar Pahlawan Nasional, pihaknya yang juga berasal dari kampus yang notabene merupakan kampus Nahdlatul Ulama (NU), tanpa diminta pun akan berinisiatif untuk mendukung.

"Memang sudah seharusnya mendukung tanpa diminta pun. Kami pun sudah berkomunikasi juga dengan kampus. Kampus Insya Allah akan mendukung, cuma masih belum keluar suratnya," jelasnya.

Hal ini lantaran, latar belakang dan sepak terjang dari Syaikhona Mohammad Kholil sendiri telah banyak memberikan manfaat dan dampak positif dalam berbagai hal yang bisa dirasakan hingga kini manfaatnya.

Selain itu, diketahui jika sosoknya merupakan ahli Fiqih dan Ilmu Alat (Nahwu dan Shorrof). Sosoknya pun pernah melakukan perlawanan kepada penjajah dengan strategi penguatan bidang pendidikan, seperti mempersiapkan santri-santrinya untuk menjadi pemimpin yang berilmu,  berwawasan, tangguh dan mempunyai integritas, baik kepada agama maupun bangsa.  

Kemudian, sosok Syaikhona Mohammad Kholil sendiri juga merupakan guru ulama nusantara diantaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, KHR Aѕ’ad, Syamsul Arifin, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Maksum, KH Bisri Mustofa, KH Muhammad Siddiq, KH muhammad Hasan Genggong, KH Abdullah, Mubarok, KH Asy’ari, KH Abi Sujak, KH Ali Wafa, KH Toha, KH Mustofa, KH Usmuni, KH Karimullah, KH Manaf Abdul Karim, KH Munawwir, KH Khozin.

Selanjutnya, Syaikhona Mohammad Kholil juga merupakan KH Abdul Hadi Langitan, KH. Zainudin, KH. Mаkѕυm, KH Abdul Fatah, KH Zainul Abidin, KH Munajad, KH Romli Tamim, KH Muhammad Anwar, KH Abdul Madjid, KH Abdul Hamid bin Itsbat, KH Muhammad Thohir jamaluddin, KH Zainur Rasyid, KH Hasan Mustofa, KH Raden Fakih Maskumambang, KH Sayyid Aӏі Bafaqih, KH Sayyid Aӏі Bafaqih dan lainnya.

"Tak hanya itu, ia pun juga diketahui merupakan isyaroh saat KH Hasyim Asy'ari akan mendirikan organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama. Kiai mayoritas ponpes di Jatim pernah menimba ilmu kepada beliau," jelasnya.

Baca Juga : Pilkada Trenggalek Selesai, KPU Tetapkan Ipin-Syah sebagai Paslon Terpilih

 

Karena itu, melihat sepak terjangnya Syaikhona Mohammad Kholil yang memang begitu besar, pihaknya memang patut untuk diusulkan menjadi seorang Pahlawan Nasional. Meskipun memang sebenarnya, menurut Faruq jika gelar tersebut tak utama, namun hal ini memang merupakan upaya membangkitkan lagi api sejarah kepada kaum millenial.

"Dan yang paling penting kami berharap, sejarah kisah-kisah beliau dipelajari oleh teman-teman kaum muda sekarang. Beliau itu kiprahnya, keilmuannya, dan juga sebagai playmaker atau orang di balik layar dalam penguatan pendidikan di Jatim juga sangat luar biasa. Pemikirannya sangat patut dipelajari juga," terangnya.

Sementara itu, surat dukungan BEM Unisma terkait pengusulan gelar calon Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Mohammad Kholil telah dikirimkan kepada tim pengusul. Surat tersebut nantinya juga ditembuskan kepada Pemprov Jatim dan juga Kementrian Sosial.

"Surat itu nanti juga sebagai berkas penguat dalam pengajuan (gelar Pahlawan Nasional),"pungkasnya.

Topik
Berita Malang Unisma unisma malang Syaikhona Mohammad Kholil

Berita Lainnya