Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Liputan Khusus

Kompak, Tokoh Kiai dan Pemuda Tidak Setuju Jika Tol Trans Madura Dibangun di Sisi Utara

Penulis : Imam Faikli - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - Jul - 2021, 06:00

Kanan Suhaibin Sofa Wakil Sekretaris Umum Jatra, kiri Ketua Aliansi Santri Pemuda Ekonom Kiai Madura (ASPEK MADURA) KH. Mukhlis Muchsin (Foto: Istimewa)
Kanan Suhaibin Sofa Wakil Sekretaris Umum Jatra, kiri Ketua Aliansi Santri Pemuda Ekonom Kiai Madura (ASPEK MADURA) KH. Mukhlis Muchsin (Foto: Istimewa)

BANGKALANTIMES - Pembangunan Tol Trans Madura direncanakan akan dibangun di Pulau Madura sisi utara. Rancana pembangunan tol tersebut diperkirakan sepanjang 150 kilo meter (KM).

Namun, rencana pembangunan tol itu mendapat respon dari beberapa tokoh Madura, salah satunya dari Ketua Aliansi Santri Pemuda Ekonom Kiai Madura ( ASPEK MADURA ) KH. Mukhlis Muchsin. Dia tidak sepakat jika pembangunan Tol Trans Madura itu dibangun di sisi utara.

Baca Juga : PPKM Darurat, Matos dan MOG Tutup Operasional Sementara

Sebab, rencana pembangunan tol tersebut bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di pasar-pasar di Madura. "Kalau pembangunan tolnya saya sangat sepakat, yang tidak saya sepakati adalah titik lokasi pembangunannya," tuturnya, kepada BangkalanTIMES, Jumat (2/7/2021).

Sehingga, pihaknya menyebutkan, bahwa lokasi yang paling ideal menurutnya harus dibangun di jalan nasional poros tengah. Karena perhitungannya, banyaknya pasar rakyat yang menyebabkan kemacetan, juga volume kendaraan yang semakin tak terbendung.

"Maka pembangunan tol menurut saya lebih tepat di jalan nasional poros tengah, coba lihat jalan nasional Pasar Tanah Merah dan Pasar Blega, itu macetnya luar biasa. Bukan hanya pas pasaran saja, hari-hari biasa sering macet. Lalu kenapa lokasi tol harus di sisi utara?," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Patereman, Modung Bangkalan itu menegaskan.

Untuk itu, pihaknya meminta Dewan Pengembangan Madura (DPM) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, agar jeli dalam memetakan arah pembangunan infrastrutur di pulau Madura ini.

Bahkan dia menegaskan, dalam rencana pembangunan Tol Trans Madura ini, DPM melihat dari sisi yang mana. Masak Tol Trans Madura ini mau diletakkan di sisi utara. Terus bagaimana bisa mengurai kemacetan.

Baca Juga : PPKM Darurat, Begini Respon dan Harapan APPBI Malang Raya

"Ini harus dibicarakan kembali oleh pemangku kepentingan. Jangan sampai  upaya menghidupkan ekonomi masyarakat dengan adanya tol malah bikin kemacetan juga. Toh DPM itu tidak seutuhnya mewakili masyarakat Madura," tegasnya.

Respon rencana pembangunan Tol Trans Madura, juga diungkapkan oleh Suhaibin Sofa, Wakil Sekretaris Umum Jaringan Tretan Madura (JATRA), dia meminta agar DPM dan Pemrov Jatim melakukan mapping titik- titik kemacetan di Madura. "Agar, pembangunan Tol Trans Madura ini tepat guna dan sasaran," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Sofa tersebut juga menyebutkan, bahwa kendaraan yang melintasi di poros tengah jalan nasional Madura  saat ini sangat padat. Jika tujuan tol trans madura ini ingin mengurai kemacetan, maka posisi yang pas di bagian tengah. "Kalau di utara, ya tetap saja seperti sekarang, tidak ada perubahan yang signifikan," pungkasnya.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Imam Faikli

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Berita Lainnya