Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Ini Langkah Cepat Pemkab Pamekasan | Bangkalan TIMES

Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Ini Langkah Cepat Pemkab Pamekasan

Jul 15, 2021 20:38
Salah satu warga saat di tes swab antigen oleh petugas (Foto:Doc.Jatimtimes.com)
Salah satu warga saat di tes swab antigen oleh petugas (Foto:Doc.Jatimtimes.com)

PAMEKASANTIMES - Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus memberikan perhatian dan mengambil langkah cepat terhadap peningkatan kasus wabah covid-19. Terlebih, akhir-akhir ini jumlah penambahan kasus sangat berdampak pada penuhnya rumah sakit rujukan di Bumi Gerbang Salam tersebut.

Bahkan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam secara khusus langsung melakukan rapat virtual dengan sejumlah stakeholder terkait. Termasuk dengan pimpinan organisasi profesi tersebut.

Baca Juga : Dukung PPKM Darurat, Sosiolog Unisba Blitar: Vaksin Sosial Harus Diperkuat

Bukan hanya soal optimalisasi layanan dan kapasitas rumah sakit yang sudah overload, mereka juga membahas potensi tidak sebandingnya jumlah tenaga kesehatan (nakes) dengan jumlah pasien yang dirawat saat ini.

Pada kesempatan tersebut, Baddrut Tamam melakukan beberapa langkah taktis selama pandemi, yakni antara lain meminta rumah sakit untuk merekrut relawan nakes dari dokter, bidan, dan perawat.

Selain itu, juga secara khusus meminta Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pamekasan untuk dijadikan klinik tempat persalinan agar nantinya bisa digunakan melayani masyarakat Bumi Gerbang Salam secara umum, baik yang sehat maupun yang terpapar Covid-19.

"Khusus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Pamekasan, agar kantor IBI bisa dijadikan klinik tempat persalinan yang bisa melayani masyarakat," kata Bupati Pamekasan, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu, Ketua IBI Cabang Pamekasan Siti Maimunah mengatakan, pihaknya telah mendapat persetujuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan. Bahkan, juga siap untuk pengurusan izin praktik mandiri bidan (PMB) dan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Karena untuk membuka klinik perlu melalui SOP yang telah ditentukan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku telah mulai membuka kesempatan bergabung tenaga relawan bidan, yang nantinya, mereka akan dioptimalkan untuk bertugas dan melayani warga di rumah bersalin yang ditempatkan di Kantor IBI Cabang Pamekasan.

Baca Juga : Kasus Tinggi Selama PPKM Darurat, Bupati Jember Sebut Kedisiplinan Masyarakat Belum Bagus

Hal ini dinilai efektif. Pasalnya, wanita hamil memang memerlukan tempat persalinan khusus dan baik. Sebab, persalinan di bidan desa sangat berisiko karena tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap dan tanpa pemeriksaan swab sebelumnya.

"Relawan akan dikontrak selama tiga bulan. Mudah-mudahan pandemi berakhir dalam tiga bulan ini," jelasnya.

Menurutnya, jumlah beberapa bidan yang terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 76 orang. Sementara bidan dengan status suspect sebanyak 104 orang yang jumlah itu diyakini karena kontak erat dengan ibu bersalin.

"Kemungkinan dalam minggu ini sudah bisa beroperasi," pungkasnya.

Topik
Kasus Covid 19 KAbupaten Pamekasan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam

Berita Lainnya