Mengenal HalloApp, Medsos Gratis Mirip Path Karya Mantan Bos WhatsApp | Bangkalan TIMES

Mengenal HalloApp, Medsos Gratis Mirip Path Karya Mantan Bos WhatsApp

Jul 22, 2021 10:21
HalloApp (Foto: Gizchina.com)
HalloApp (Foto: Gizchina.com)

INDONESIATIMES - Sebelum popularitas Instagram melonjak di Indonesia, aplikasi Path sempat menjadi media sosial yang banyak diminati. Sayangnya, Path harus ditutup pada 2018 lalu karena peminatnya kian berkurang.

Kini, publik dihebohkan dengan munculnya aplikasi baru yang kurang lebih mirip dengan Path. Aplikasi itu bernama HalloApp

Baca Juga : Ditemukan Virus Kuno Berusia 15 Ribu Tahun dari Lapisan Es Tersembunyi di Tibet

Menariknya, HalloApp merupakan karya dari 2 orang yang merupakan mantan bos WhatsApp, Neeraj Arora dan Michael Donohue. Keduanya adalah karyawan veteran WhatsApp dan sudah bekerja bahkan sebelum aplikasi perpesanan itu diakuisisi oleh Facebook.Inc. 

Arora lalu keluar dari WhatsApp pada 2018 lalu dengan jabatan terakhir sebagai Chief Business Officer, sementara Donohue menyusul pada 2019 dengan jabatan terakhir Engineering Director.

Prinsip HalloApp ini ialah membuat jejaring sosial yang lebih pribadi dibanding media sosial yang ada sekarang ini, kurang lebih sama seperti yang diusung Path. Namun bedanya, HalloApp ini memiliki fitur chat yang terinspirasi dari WhatsApp.

Seperti WhatsApp, chat di HalloApp juga terlindungi oleh sistem keamanan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption). Sehingga, secara teori pesan yang dikirim dan diterima tidak bisa diintip oleh pihak ke-3 termasuk internal HalloApp. 

Melansir melalui Business Insider, aplikasi ini akan menggunakan nomor telepon untuk menghubungkan penggunanya. Asumsinya, kontak yang tersimpan di perangkat kemungkinan adalah orang dekat pengguna di dunia nyata. 

Dengan demikian, tak akan ada orang lain yang tidak dikenal di dunia nyata, tiba-tiba muncul sebagai "teman" di HalloApp. Aplikasi ini juga mengklaim tidak akan menghimpun dan menyimpan data lain dari pengguna. 

HalloApp juga dijanjikan tidak akan memiliki algoritma untuk mensortir atau menampilkan unggahan tertentu seperti yang dilakukan Facebook. 

"Selain itu (kontak), kami tidak akan pernah mengumpulkan, menyimpan, atau bahkan menggunakan informasi pribadi lainnya (kami tidak tahu di mana lokasi Anda, apa pekerjaan Anda, atau bagaimana Anda mengonsumsi jenis konten tertentu)," jelas Arora saat di dalam blog resminya. 

Jika dilihat sekilas, tampilan antarmuka HalloApp ini sangat mirip gabungan tampilan Instagram dan WhatsApp. Namun tampak lebih bersih dan sederhana. 

Baca Juga : Vaksin Nusantara Didukung Kalangan Artis, Tompi Ingatkan Bukan Bikin Pecel Lele

Pada sisi bawah hanya ada empat menu yang berjajar. Dari kiri ke kanan, terdapat menu beranda (feed), grup, chat, dan pengaturan.

Layaknya Path atau Instagram, feed akan menampilkan unggahan dari teman dan sanak keluarga. Sejauh ini, HalloApp dijanjikan gratis dan bebas iklan. 

Tawaran ini, tentu cukup menarik karena sangat berbeda dari platform media sosial yang ada saat ini, di mana pengguna justru semakin banyak dijejali iklan. Menurut Arora, media sosial saat ini lebih banyak dikendalikan oleh algoritma yang disesuaikan dengan pengguna. 

Sementara HalloApp justru akan menawarkan platform berbagi konten dengan percakapan yang lebih bermakna. 

"Tidak ada iklan. Tidak ada bot. Tidak ada like. Tidak ada pengikut. Tidak ada algoritma. Tidak ada influencer. Tidak ada filter foto. Tidak ada 'pusing karena feed'. Tidak ada misinformasi yang merajalela bagai kebakaran," tuturnya. 

Lebih lanjut, Arora mengatakan HalloApp akan menambahkan fitur baru seminimal mungkin untuk menekan biaya. Namun, bukan tak mungkin jika kebijakan ini berubah apabila HalloApp bisa diterima pasar dan meraih popularitas, seperti Instagram setelah diakuisisi Facebook Inc. 

HalloApp saat ini sudah bisa diunduh di platform Android dan iOS, termasuk di Indonesia.

Topik
Media Sosial halloapp Instagram Dunia teknologi

Berita Lainnya