Kasus Mafia Minyak Goreng, Kejagung Geledah 10 Lokasi dan Sita 650 Dokumen | Bangkalan TIMES

Kasus Mafia Minyak Goreng, Kejagung Geledah 10 Lokasi dan Sita 650 Dokumen

Apr 24, 2022 12:34
Ilustrasi minyak goreng (istockphoto)
Ilustrasi minyak goreng (istockphoto)

JATIMTIMES - Kasus mafia minyak goreng terus diusut. 10 lokasi terkait kasus minyak goreng kini telah digeledah oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Penggeledahan dilakukan pada Selasa (5/4/2022) dan Kamis (7/4/2022).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, menjelaskan, penggeledahan tersebut dilakukan guna melengkapi berkas perkara terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya pada Januari 2021 sampai Maret 2022. Hasil dari penggeledahan di 10 tempat tersebut ada ratusan dokumen dan barang bukti ditemukan.

Baca Juga : Jadi Makanan yang Sering Ada saat Lebaran, Berikut Sejarah dan Filosofi Ketupat

"Kejagung mengamankan dan menyita 650 dokumen dan barang bukti elektronik," tuturnya dikutip dari Merdeka, Minggu (24/4/2022).

10 tempat yang digeledah, ada pada beberapa tempat, yakni:
1. Kantor Kementerian Perdagangan di dua tempat wilayah Jakarta
2. Rumah tersangka Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PLN Kemendag)
3. Kantor PT Musim Mas di Medan
4. Kantor Permata Hijau Group di Medan
5. Kantor PT Synergy Oil Nusantara di Batam
6. Kantor PT Mikie Oleo Nabati Industri di Bekasi
7. Kantor PT Incasi Raya di Padang
8. Kantor PT Wilmar Nabati Indonesia di Medan
9. Kantor PT Sinar Alam Permai di dua wilayah Palembang
10. Kantor PT Karyaindah Alam Sejahtera di Surabaya

Meskipun beberapa tempat telah digeledah dan telah terdapat empat tersangka, Kejagung tak berhenti. Kasus mafia minyak goreng terus ditindaklanjuti. 88 perusahaan ekspor kini telah diperiksa terkait prosedur ekspor. Hasilnya, perusahaan tersebut telah memenuhi Domestic Market Obligartion (DMO).

Pemeriksaan kasus mafia minyak goreng juga menyasar kepada pihak-pihak yang terkait dengan penerbitan izin Persetujuan Ekspor (PE). Jika DMO terpenuhi, maka persetujuan ekspor akan diberikan. Namun selama ini, di atas kertas DMO terpenuhi, nyatanya di lapangan minyak tidak dikeluarkan, sehingga terjadi kelangkaan.

Baca Juga : Sederet Tradisi Lebaran Unik di 12 Negara, di Turki Cuma Laki-Laki yang Salat Id di Masjid

Sebelumnya, dalam kasus mafia minyak goreng, Kejagung telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah, Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan; Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup; Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia; dan Pierre Togar Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
korupsi kemendag mafia minyak goreng Kemendag RI

Berita Lainnya