Jatim Times Network Logo
29/01/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ramai Pencabutan Label Gereja di Tenda Pengungsian, Kapolres Cianjur Trending di Twitter 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

27 - Nov - 2022, 03:47

Pencopotan label gereja di tenda pengungsian Gempa Cianjur (foto: Instagram Ridwan Kamil)
Pencopotan label gereja di tenda pengungsian Gempa Cianjur (foto: Instagram Ridwan Kamil)

JATIMTIMES - Aksi pencabutan label gereja di tenda bantuan korban Gempa Cianjur menjadi sorotan publik. Gegara memberikan pernyataan 'itu bukan aksi intoleran', Kapolres Cianjur jadi trending di Twitter. 

Salah satu politikus PSI Mohamad Guntur Romli melalui laman Twitternya menyebut pernyataan Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan blunder. 

Baca Juga : Rel KRL Stasiun Manggarai Jakarta Anjlok, Ini Cerita Salah Satu Penumpangnya

"Blunder ini pernyataan Kapolres Cianjur, jelas2 itu aksi intoleransi, nyopot2in label, lagian label2 kyak itu biasa ada di bantuan2 yg lain, knp yg dr gereja hrus dicopot?," tulis akun @GunRomli. 

Menurutnya, aksi pencopotan label itu diduga bentuk provokasi. "Aksi pencopotan label2 itu adalah provokasi. Bukannya sibuk & fokus menyebarkan bantuan tp malah mengganggu bantuan2 yg datang. Seperti halnya penghadangan bantuan2 tempo hari. Kapolres Cianjur harusnya menindak aksi provokasi macam itu, bukan malah ngasih angin," tulisnya. 

Romli juga menyesalkan pelepasan label itu. Sebab menurutnya, label itu dalam ukuran yang wajar dan biasa ada di bantuan-bantuan. "tujuannya unt transparansi, dokumentasi & laporan, selama tdk disalahgunakan, knp hrus diganggu? Knp alergi dgn bantuan2 yg beda agama, Pelatih Timnas Saudi saja bukan orang Islam & tdk menikah," kata dia. 

Hingga berita ini diturunkan, frasa 'Kapolres Cianjur' masuk di tangga top trending di Twitter. Ada sejumlah 1 ribu cuitan yang membahas topik ini. 

Senada dengan politikus PSI tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyayangkan aksi pencopotan label tersebut terjadi. "Sangat disesalkan dan tidak boleh terjadi lagi," tegas Ridwan Kamil. 

Menurut Kang Emil- sapaan akrab Ridwan Kamil, pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda itu dilakukan oleh oknum warga setempat di tenda pengungsian di Cianjur. Berikut ini beberapa sikap yang disampaikan Kang Emil. 

1. Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini," tulis Kang Emil, melalui akun Instagramnya. 

2. Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih. Mereka datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya. 

3. Berdirinya bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal yang wajar, karena mungkin itu bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka. 

Baca Juga : Kesal, Menang Taruhan Tapi Tak Dibayar, Pria di Sulut Bakar Rumah Sendiri 

4. Karenanya Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan Yang adil dan Beradab harus dijunjung dengan baik dan dipraktekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikitpun oleh unsur kebencian golongan. 

5. Saya sudah meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Hatur Nuhun. 

6. Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan. 

Sebelumnya, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan menyatakan bahwa pencabutan label ini bukan sebagai aksi intoleran. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak menonjolkan kelompok tertentu, melainkan atas dasar kemanusiaan. 

"Jadi perlu ditegaskan jika ini bukan aksi intoleran. Tendanya masih digunakan masyarakat, tidak ditolak. Hanya stiker atau labelnya dicabut," kata Doni, dilansir Pojoksatu. 

Dalam video yang beredar, nampak sejumlah orang mencopot tulisan atau stiker gereja bertuliskan Gereja Reformed Injili Indonesia yang tertempel di tenda pengungsian. Dalam video itu juga terdengar ucapan 'pembongkaran' sambil tertawa. 

Tampak juga dalam video yang beredar itu ada salah satu orang yang mengenakan kopiah putih dan baju koko tengah merekam aksi pencopotan label tulisan gereja tersebut.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana