Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Kalah WTO Karena Pelarangan Ekspor Bijih Nikel, Indonesia Malah Mendapat Rp465 T

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

27 - Nov - 2022, 03:54

Jokowi dalam acara Nusantara Bersatu. (Foto dari internet)
Jokowi dalam acara Nusantara Bersatu. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Indonesia secara resmi telah dianggap kalah dalam gugatan Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas kebijakan larangan ekspor bijih nikel.

Seperti yang sudah kita ketahui, larangan ekspor biji nikel ini memang sudah ditetapkan Presiden Jokowi sejak 2020 lalu. Kebijakan tersebut dilakukan agar Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah dari biji nikel melalui hilirisasi. Meskipun kalah dalam WTO, Indonesia justru saat ini tengah berbahagia karena kebijakan tersebut telah membuahkan hasil. 

Baca Juga : Ramai Pencabutan Label Gereja di Tenda Pengungsian, Kapolres Cianjur Trending di Twitter 

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun ini hasil ekspor nikel Indonesia yang sudah dilakukan hilirisasi diprediksi menembus US$ 27 miliar - US$ 30 miliar atau Rp 418 triliun - Rp 465 triliun.

"Menurut data perdagangan dan Kemenko, kami Insya Allah akan menutup 2022 ekpor nikel bisa mencapai US$ 27 - US$ 30 miliar (Rp465 triliun) dari dampak hilirisasi," terang Mneteri Investasi Bahlil Lahadalia, Minggu (27/11/2022).

Sebelum larangan ekspor bijih nikel berlaku di Indonesia, nilai ekspor bijih nikel hanya mencapai US$ 3 miliar atau Rp 46,5 triliun (kurs Rp 15.500 per US$) pada tahun 2017 - 2018. Selanjutnya, Bahil mengatakan hilirisasi nikel dengan melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri sebelumnya mendapatkan banyak penolakan dari berbagai negara termasuk Uni Eropa (UE).

"Tapi apa yang terjadi, kami di bawa ke WTO. Tapi kami Indonesia tidak sedikit pun mundur dalam menghadapi tantangan ini ketika kami ingin menjadi negara maju," tandas Bahlil. 

Baca Juga : Duka di Piala Dunia 2022, Suporter Wales Meninggal di Qatar

Sebagai informasi, putusan panel WTO yang dicatat dalam sengketa DS 592 sudah keluar sejak (17/10/2022) lalu. Kekalahan Indonesia disebabkan adanya kebijakan larangan ekspor biji nikel. Hal itu dianggap melanggar ketentuan WTO Pasal XI.1 GATT 1994 dan tidak dapat dijustifikasi dengan Pasal XI.2 (a) dan XX (d) GATT 1994. Meski sudah dinyatakan melanggar kebijakan WTO, namun Jokowi enggan mengubah kebijakan yang sudah ditetapkan sejak 2020 itu.

"Kita dibawa ke WTO, baru dua bulan yang lalu kita kalah, tapi keberanian kita menghilirisasi bahan bahan mentah, itu lah yang akan terus kita lanjutkan, meskipun kita kalah di WTO," kata Jokowi dalam silaturahmi relawan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Berita Lainnya