Jatim Times Network Logo
29/01/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Advertorial

Aplikasi Wirausaha Majoo Kota Malang: Berikan Kemudahan Digitalisasi UMKM di Indonesia 

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Dede Nana

27 - Nov - 2022, 06:27

Kantor Developer Software dan Engineering Start Up Aplikasi Wirausaha Majoo yang berada di Jalan Kahuripan, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kantor Developer Software dan Engineering Start Up Aplikasi Wirausaha Majoo yang berada di Jalan Kahuripan, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pada tahun 2019, Start Up Majoo yang dikenal sebagai Aplikasi Wirausaha  resmi diluncurkan di Kota Malang. Sejak diluncurkan, Aplikasi Wirausaha Majoo berfokus pada pengembangan digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bertujuan untuk memberikan kemudahan para pelaku UMKM mengelola unit usahanya. 

Chief Executive Officer (CEO) Start Up Majoo Adi Wahyu Rahadi menjelaskan, pengembangan UMKM merupakan salah satu upaya dalam memperkuat perekonomian negara. Maka dari itu, pihaknya membuat Aplikasi Wirausaha Majoo untuk memudahkan para pelaku UMKM, baik dari internal maupun eksternal. 

Baca Juga : Didukung Tiga Unit Bisnis Astra Financial, Pemda Singkawang dan Sambas Resmikan Mahligai Pesisir

"Majoo ini Aplikasi Wirausaha yang lengkap, ditujukan untuk mempermudah UMKM mengelola bisnisnya," ujar Adi kepada JatimTIMES.com. 

Majoo.

Di dalam Aplikasi Wirausaha Majoo sendiri terdapat berbagai fitur yang ditawarkan. Mulai dari aplikasi owner, aplikasi karyawan, aplikasi CRM, analisa bisnis, keuangan, kasir atau sistem pembayaran secara online, inventori, pembiayaan usaha hingga toko online yang terintegrasi dengan marketplace. 

"Sehingga pengguna dapat dengan mudah mengelola penjualan online dari satu platform Majoo dan sangat membantu menghemat waktu dan biaya," kata Adi. 

Pihaknya menjelaskan, dengan berbagai macam fitur yang telah tersedia dalam satu Aplikasi Wirausaha Majoo, pelaku UMKM dapat melakukan pencatatan penjualan dan penghitungan keuangan secara lebih rapi, detail, dan efisien.

Kemudian pengelolaan stok barang lebih tertata, hingga manajemen karyawan seputar pencatatan gaji hingga absensi semuanya dapat dilakukan dengan satu Aplikasi Wirausaha Majoo. 

"Kalau pencatatan manual kan berantakan. Jadi digitalisasi ini membantu mereka pelaku UMKM punya daya tahan dari semua bentuk krisis," imbuh Adi. 

Majoo.

Pihaknya menuturkan, berdasarkan hasil studi yang dilakukan, setidaknya dengan menggunakan Aplikasi Wirausaha Majoo dalam satu unit UMKM, dapat membantu menghemat biaya operasional UMKM hingga 30 persen. 

Adi menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 35 ribu pelaku UMKM telah menggunakan Aplikasi Wirausaha Majoo dalam mengelola bisnis UMKM-nya. Alhasil produk UMKM dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia. 

"Di Kota Malang sendiri sudah sekitar 500 UMKM dan terus meningkat dalam waktu terakhir setelah mengetahui Majoo produk asli Kota Malang," ujar Adi. 

Start Up Majoo pun terus mengembangkan diri hingga memiliki 100 perwakilan yang berada di seluruh Indonesia. Masing-masing perwakilan bertugas untuk mengajak para pelaku UMKM menuju ke arah digitalisasi. 

Selain itu, Start Up Majoo juga memiliki dua kantor pusat. Yakni di Kota Malang dan di Jakarta. Untuk di Kota Malang khusus untuk developer software dan engineering, lalu di Jakarta untuk kantor bisnis Start Up Majoo. 

Majoo.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, para pelaku UMKM dapat dengan mudah mengakses dan menggunakan Aplikasi Wirausaha Majoo. Yakni pertama dengan download Aplikasi Wirausaha Majoo di website, PlayStore dan AppStore. 

Baca Juga : 33 Varian Olahan Bakso Ramaikan Festival Mbakso Bareng Bupati

Nantinya para pelaku UMKM akan diberikan gratis penggunaan Aplikasi Wirausaha Majoo selama dua pekan. Setelah itu para pelaku UMKM dapat memutuskan akan berlangganan atau tidak. 

"Ini sangat terjangkau. Untuk starter per bulan Rp149 ribu dan untuk semua fitur Rp249 ribu per bulan. Kita masih terjangkau ya, manfaatnya bisa menurunkan biaya sampai 30 persen," jelas Adi. 

Lebih lanjut, menurut Adi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun sangat menerima kehadiran Start Up Majoo yang merupakan start up asli Kota Malang. Selain itu tujuan utama sebagai start up yang berfokus pada digitalisasi UMKM, merupakan salah satu unsur dalam Kota Malang sebagai Smart City kedepan. 

"Dengan hadirnya pemerintah Kota Malang, khususnya pak Wali Kota, kita sebagai start up yang tumbuh kembang di Malang bisa mendapatkan kepercayaan UMKM yang sangat tinggi," tutur Adi. 

Sementara itu, secara terpisah Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi adanya Aplikasi Wirausaha Majoo yang telah meresmikan kantornya di Kota Malang pada pertengahan tahun 2022 lalu. 

Menurut Sutiaji, semangat dari para pemuda di balik kesuksesan Start Up Majoo harus diapresiasi dan ditiru semangatnya. 

Selain itu, Pemkot Malang juga akan terus menguatkan percepatan pemulihan ekonomi melalui penguatan UMKM serta akselerasi untuk menguatkan ekosistem digital di Kota Malang.

"Saat ini dunia kita sudah memasuki dunia digital. Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman Majoo. Kami yakin ke depan semakin maju dan berkembang pesat karena di sini sumber daya manusianya sudah ada juga dapat lebih efisien," ujar Sutiaji. 

"Terima kasih juga karena ada pendampingan UMKM. Kita sudah punya inkubasi seperti Malang Creative Center (MCC) sehingga kolaborasi akan dikuatkan," tandas Sutiaji. 


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana