Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Internasional

Tegas, Putin Larang LGBT di Rusia, Segera Sahkan RUU Anti-LGBT 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

27 - Nov - 2022, 06:40

Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tegas melarang pernikahan gay di Rusia. (Foto:google)
Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tegas melarang pernikahan gay di Rusia. (Foto:google)

JATIMTIMES - Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tegas melarang pernikahan gay di Rusia. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pejabat Rusia saat membahas perubahan konstitusi Rusia beberapa waktu lalu.

Putin menjelaskan bahwa dia tidak akan membiarkan gagasan soal konsep orang tua adopsi LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender). 

Baca Juga : Tak Kenakan Ban Kapten OneLove, Kapten Inggris Ganti dengan Jam Rolex Hampir Rp 10 Miliar

"Sejauh (gagasan) orang tua pertama dan orang tua kedua (istilah adopsi LGBT) berjalan, saya sudah berbicara di depan umum tentang ini dan saya akan mengulanginya lagi. Selama saya masih menjadi presiden, itu tidak akan terjadi. Hanya akan ada ayah dan ibu," kata Putin. 

Dalam pidatonya, Putin juga menyebut Barat bergerak menuju satanisme terbuka dengan merujuk pada kampanye hak-hak gay dan transgender di Eropa. 

Dilansir dari The Guardian, pada Kamis (24/11/2022) parlemen Rusia telah meloloskan RUU (rencana undang-undang)  anti-LGBT. Hingga beberapa hari ke depan, Putin juga bakal segera mengesahkan RUU tersebut menjadi UU (undang-undang). 

RUU itu berisi larangan keras atas tindakan yang dianggap sebagai upaya mempromosikan “hubungan seksual nontradisional” atau LGBT dalam film, internet, hingga iklan. 

Baca Juga : Sosok Princess Leonor Anak Raja Spanyol yang Kecantikannya Unreal Banget, Seperti Barbie

Dalam aturan RUU tersebut, pelanggar perseorangan bisa dikenakan denda hingga 400 ribu rubel (sekitar Rp 103 juta). Jika organisasi atau lembaga yang melanggar, bisa dikenakan denda hingga 5 juta rubel atau setara Rp 1,2 miliar. 

Sementara jika propaganda dilakukan oleh orang asing, maka mereka bisa ditangkap dan diusir hingga 15 hari dari Rusia. 


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Berita Lainnya