Jatim Times Network Logo
29/01/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Viral Soal Cianjur Menolak Bantuan, Warganet: Itu Ulah Oknum 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Nov - 2022, 07:31

Gegara ulah oknum Cianjur Menolak Bantuan menjadi trending topic di TikTok, salah satunya unggahan yang menolak Indomie (foto: TikTok)
Gegara ulah oknum Cianjur Menolak Bantuan menjadi trending topic di TikTok, salah satunya unggahan yang menolak Indomie (foto: TikTok)

JATIMTIMES - Baru-baru ini Media Sosial TikTok trending dengan kata-kata 'Cianjur Menolak Bantuan'. Ramainya soal kata-kata itu lantaran diduga oknum yang membuat seolah-olah korban Cianjur menolak bantuan. Padahal sejatinya banyak sekali korban yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. 

Unggahan TikTok @estherlubis nampak mengomentari aksi diduga oknum yang sengaja ingin viral dengan mengunggah konten Cianjur menolak bantuan. 

Baca Juga : TV China Sensor Tayangan Penonton Piala Dunia 2022 yang Tak Bermasker 

"Pertama, video yang viral saat korban bencana gempa dapat bantuan tenda dari gereja, kemudian labelnya dicabutin. Viral lainnya, video yang dibilang malah (korban) dikasih Indomie, gimana lambung mereka ya," kata akun tersebut. 

"Kalau menurut aku pribadi, itu sebenarnya ulah oknum. Karena lebih banyak orang di Cianjur yang kena musibah tidak mau ada video itu (Cianjur menolak bantuan). Mereka (korban) itu dikasih Indomie aja udah syukur, dikasih tenda juga syukur, yang penting mereka tertolong," sambungnya. 

Akun tersebut juga meminta agar warga TikTok tidak terprovokasi dengan iming-iming konten FYP. 

"Bayangin banyak banget orang yang kehilangan anakny, istrinya keluarganya. Jadi kalau satu orang bertingkah, itu buka berarti semua korban Cianjur seperti itu," tegasnya. 

Video unggahan akun itu pun menuai dukungan dari warganet. Hingga berita ini diturunkan ada 169 ribu like dan 3 ribu komentar. 

"Mewakili banget kak, kami di sini (Cianjur) ada yang ngasih sebungkus mie aja udah bersyukur banget kak," tulis @Litletoli***. 

"Oknum banyak bang ka aslu, sedih aku sebagai warga Cianjur," @R*.

"Setuju, banyak orang salah sangka gara-gara 1 video doang," @fi**. 

"Makasih sudah mewakili kami warga Cianjur kak, kami masih berduka dan trauma, ga kepikiran mau mikir kesana-sana," @Disty.***. 

Selain itu, baru-baru ini juga ada unggahan @kendhajee_90 yang memperlihatkan tumpukan kardus di sebuah lahan kosong. 

Baca Juga : KSAL Yudo Margono Resmi Dipilih Jokowi sebagai Pengganti Jenderal Andika Perkasa

Akun tersebut menuliskan narasi seakan menunjukkan korban Cianjur menolak pakaian bekas. 

"Ini sahabat pakaian layak pakai, jadi lebih baik jangan dikirim ke Cianjur. Karena disini juga justru dibuang. Ditelantarjan ini. Lebih baik jangan mengirimkan pakaian," tulis akun tersebut.  

Konten oknum itu diduga ingin meraih FYP dengan kata-kata Cianjur menolak bantuan yang tengah viral. 

Hingga kini BNPB tengah melakukan proses evakuasi akibat gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur, Jawa Barat. Hingga Sabtu (26/11/2022) pukul 17.00 WIB tercatat sebanyak 318 orang meninggal dunia. Sementara 14 orang belum ditemukan. 

Korban luka sebanyak 7.729 orang dengan rincian luka berat 595 orang dan luka ringan 7.134 orang. 

Untuk data kerusakan infrastruktur tak banyak mengalami perubahan. Yakni melansir laman BNPB, ada 368 sekolah, 144 tempat ibadah, fasilitas kesehatan 14, gedung atau perkantoran 16, kantor kecamatan 16 dan kantor desa 146. 

Sementara total rumah rusak 58.049 rinciannya rusak berat 25.186, rusak sesang 12.496 dan rusak ringan 20.367. Akibat dari gempa Cianjur itu juga sejumlah 73.653 orang mengungsi.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni