Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Air Mata Imam Malik saat Berbuka, Kenangan tentang Kesederhanaan Rasulullah yang Menggetarkan Hati

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

21 - Feb - 2026, 09:44

Placeholder
Ilustrasi ulama besar Madinah Imam Malik bin Anas justru terisak saat waktu Magrib tiba. (ist)

JATIMTIMES - Air mata itu jatuh tepat ketika hidangan berbuka telah tersaji. Di hadapan murid-muridnya, ulama besar Madinah Imam Malik bin Anas justru terisak saat waktu Magrib tiba.

Peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan, saat suasana mestinya dipenuhi syukur dan kebahagiaan menyambut berbuka puasa.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Film Sejarah Islam untuk Temani Ramadan, Sarat Inspirasi dan Nilai Perjuangan

Pendiri Mazhab Maliki yang hidup pada 93 hingga 179 Hijriah itu membuat para muridnya tertegun. Janggutnya basah oleh air mata. Salah seorang di antara mereka memberanikan diri bertanya dengan suara lirih, “Wahai guru kami, mengapa engkau menangis hingga membuat hati kami ikut pilu? Apakah ada sikap kami yang keliru, atau hidangan ini tidak berkenan di hatimu?”

Imam Malik menggeleng perlahan. Ia memastikan tidak ada yang salah dengan murid-muridnya maupun makanan yang terhidang. “Kalian adalah murid-murid terbaikku dan hidangan ini pun sangat baik,” ujarnya menenangkan.

Tangis itu rupanya bukan karena kekecewaan, melainkan karena kenangan. Imam Malik lalu mengisahkan momen ketika dirinya berbuka puasa bersama gurunya, Ja'far ash-Shadiq, cucu Rasulullah SAW. Dalam suasana yang hampir serupa, sang guru justru tersedu saat melihat makanan yang tersedia.

Menurut penuturan Imam Malik, Ja’far pernah berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Anas, tahukah engkau bahwa Rasulullah SAW terkadang berbuka hanya dengan tiga butir kurma dan air, namun beliau merasakan nikmat yang luar biasa dan penuh rasa syukur.” 

Bahkan, lanjutnya, ada masa ketika Nabi Muhammad SAW berbagi sebutir kurma dengan Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Tetapi hati Rasulullah tetap lapang dan penuh terima kasih kepada Allah.

Kisah itu tidak berhenti di sana. Ja’far mengingatkan bahwa Rasulullah SAW menjalani sahur dan berbuka dengan sederhana, namun ibadahnya melimpah dan rasa syukurnya tak pernah surut. “Beliau mendoakan umatnya yang sering lalai. Sementara kita hari ini dipenuhi makanan saat berbuka, tetapi jauh dari ibadah dan syukur,” demikian Imam Malik menirukan pesan gurunya.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 21 Februari 2026: Energi Baru di Akhir Pekan, Siapa Paling Beruntung Hari Ini?

Kenangan tersebut begitu membekas. Imam Malik menceritakan bahwa setelah menyampaikan nasihat itu, Ja’far ash-Shadiq sampai jatuh pingsan karena tak kuasa menahan rindu kepada Rasulullah SAW. Kisah itulah yang kembali terbayang setiap kali ia menyantap hidangan berbuka yang berlimpah.

Di ruang sederhana tempat ia berkisah, suasana berubah hening. Para murid larut dalam haru. Tangis yang semula hanya terdengar dari sang imam perlahan menyebar menjadi isak rindu kepada Nabi Muhammad SAW. Ramadan pun tak lagi sekadar waktu berbuka dengan makanan lezat, melainkan momentum menguji kedalaman syukur dan kualitas ibadah.

Sementara itu, kisah ini diambil dari riwayat hikmah yang banyak beredar dalam literatur mau’izhah dan kisah keteladanan ulama salaf, khususnya yang mengisahkan kehidupan Imam Malik bin Anas dan gurunya Ja'far ash-Shadiq. Riwayat ini tidak tercantum secara eksplisit dalam kitab hadis primer yang mu’tabar, melainkan dikenal luas sebagai kisah hikmah tentang kesederhanaan Rasulullah SAW dalam berbuka puasa serta keteladanan para ulama dalam memaknai Ramadan.


Topik

Agama Kisah Rasulullah kesederhanaan Rasulullah Imam Malik berbuka puasa Ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Agama

Artikel terkait di Agama