Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Empat Bulan Terendam Banjir, Ratusan Santri di Lamongan Kuras Pakai Gayung dan Timba

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Mar - 2026, 08:22

Placeholder
Santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, menggelar kerja bhakti dan menguras air disepanjang ruas jalan Kecamatan Sukodadi hingga Karanggeneng

JATIMTIMES - Ratusan santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, menggelar kerja bhakti dan menguras air di sepanjang ruas jalan Kecamatan Sukodadi hingga Karanggeneng, Selasa (10/3/2026).

Aksi ini merupakan bentuk protes sekaligus sindiran terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani banjir di wilayah tersebut.

Baca Juga : Ahmad Irawan Dorong Dialog Konstitusional DPR-MK Bahas Desain Pemilu Kedepan

Bersenjatakan gayung dan timba plastik, para santri bahu - membahu menyiduk air dari badan jalan raya ke saluran drainase yang bisa menghambat akses transportasi, hingga membuat permukaan jalan menjadi licin karena ditumbuhi lumut.

​Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatulloh, menjelaskan aksi ini merupakan inisiatif spontan para santri sebagai bentuk bantuan kepada pemerintah daerah yang dinilai belum berhasil mengatasi masalah banjir tahun ini, yang merendam ribuan rumah di wilayah bengawan njero sekitar 4 bulan terakhir ini.

​"Banjir ini sudah menggenang pesantren dan jalan ini selama empat bulan lebih, tapi belum juga bisa diatasi," ujar Maulana, Selasa (10/3/2026).

"Ini inisiatif kita bersama dengan ratusan santri, untuk membantu pemerintah menguras jalan ini, agar banjirnya segera selesai," terusnya.

​Maulana menambahkan, meskipun pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sering menyampaikan telah melakukan upaya maksimal, termasuk sistem pompanisasi, namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan kondisi yang tidak kunjung membaik.

Baca Juga : Penjelasan DPKPCK Ihwal Wilayah Karangploso Jadi Favorit Developer Perumahan: Dekat Pusat Ekonomi dan Wisata

​"Selama ini pemerintah selalu menyampaikan sudah berusaha melakukan upaya maksimal, tapi nyatanya sampai detik ini banjir di Lamongan bukannya surut, malah makin parah," tegasnya.

​Para santri dan warga sekitar berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil tindakan nyata yang lebih efektif. Mereka menuntut solusi permanen agar aktivitas pendidikan dan ekonomi warga tidak terus terganggu setiap kali musim penghujan tiba.

​"Harapannya segera ada penanganan agar banjir di Lamongan, kalau bisa sebelum Hari Raya ini, dapat diselesaikan. Dan kami ingin memastikan tahun-tahun besok Lamongan tidak banjir lagi," pungkas Maulana.


Topik

Peristiwa Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo Pondok Pesantren banjir Lamongan santri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa