Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Sungai Menyempit dan Dangkal, Pemkot Malang Genjot Normalisasi Cegah Banjir

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Apr - 2026, 18:18

Placeholder
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mendampingi Gubernur Jatim Emil Dardak dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau drainase Suhat.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menseriusi penanganan banjir yang masih kerap terjadi di beberapa titik. Terutama saat intensitas hujan yanh turun terbilang sangat tinggi. 

Saat ini, Pemkot Malang terus memetakan akar persoalan banjir yang kerap muncul saat hujan deras mengguyur. Salah satu penyebab utamanya adalah kapasitas sungai yang terus menurun, sehingga tak mampu lagi menampung debit air dalam jumlah besar.

Baca Juga : Penemuan Mayat Pria di Sungai Gondanglegi Viral, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyebut kondisi sungai saat ini sudah tidak ideal. Penyempitan alur dan tumpukan sedimen membuat daya tampung air jauh berkurang.

"Debit air yang tinggi kini sering melampaui kapasitas sungai,” ujarnya.

Salah satu banjir yang masih kerap menyita perhatian publik adalah di kawasan Soekarno Hatta atau Suhat. Pasalnya, titik tersebut baru saja mendapat sentuhan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan drainase. 

Persoalan tersebut semakin kompleks karena tidak semua sungai berada dalam kewenangan pemerintah kota. Beberapa titik kritis, seperti Kali Kajaran, berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga intervensi tidak bisa dilakukan secara penuh oleh Pemkot Malang.

Meski terbatas, upaya tetap dilakukan melalui normalisasi rutin pada sungai-sungai yang menjadi kewenangan daerah. Langkah ini difokuskan untuk menjaga kelancaran aliran air, meski sifatnya masih sementara.

Selain faktor teknis, perilaku masyarakat juga menjadi sorotan. Sampah rumah tangga yang dibuang ke saluran air mempercepat pendangkalan dan memicu penyumbatan drainase.

“Pembersihan akan sia-sia jika warga masih sengaja membuang sampah ke saluran,” tegas Dandung.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem, Sederet Bencana Terjadi di Kota Malang

Ia menilai, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Kesadaran kolektif warga menjadi kunci agar sistem drainase yang sudah dibangun dapat berfungsi optimal.

Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Malang kini menyiapkan proyek besar dengan dukungan Bank Dunia. Program ini akan mengacu pada rencana induk drainase yang dirancang lebih modern dan terintegrasi.

“Melalui proyek ini, kami ingin memperkuat sistem aliran air agar tidak lagi membebani sungai,” pungkasnya.

Catatan JatimTIMES, untuk melakukan normalisasi juga tidak menjadi perkara yang mudah bagi Pemkot Malang. Pasalnya, tertutupnya drainase oleh bangunan di beberapa titik juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri. 


Topik

Pemerintahan Banjir Kota Malang Banjir Kota Malang pendangkalan sungai pemkot malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan