Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

PP Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Suryavena di Kabupaten Malang

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Dede Nana

11 - Jun - 2026, 18:26

Placeholder
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah memegang microphone) saat akan menekan tombol sirine sebagai tanda groundbreaking pembangunan pabrik infus PT. Suryavena Farma Indonesia di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlokasi di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan pabrik infus PT. Suryavena Farma Indonesia di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan menuju ekonomi yang naik kelas. 

Groundbreaking pembangunan pabrik infus Suryavena yang berada di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) seluas 14 hektare ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir; Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal Muhadjir Effendy; Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Fauzan; Direktur Utama BPJS Kesehatan Letjen (Purn) Prihati Pujowaskito; Direktur Utama PT. Suryavena Farma Indonesia sekaligus Wakil Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah Tatat Rahmita Utami Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib; serta jajaran tamu VIP lainnya. 

Baca Juga : Kantor BGN Digeruduk Massa, Desak MBG Diaudit

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan, pembangunan pabrik infus Suryavena ini didasari oleh keinginan untuk memperkuat ekonomi keumatan dan kerakyatan. Ia mengaku PP Muhammadiyah selalu berkomitmen memperkuat ekonomi mikro, kecil dan menengah. 

"Dulu ketika kita mau merdeka dan awal kemerdekaan waktu itu berkembang spirit pribumi untuk bangkit, berwirausaha, berekonomi, itu identik dengan kekuatan rakyat. Kami tanpa memilah milah itu, semangat Muhammadiyah adalah membangun ekosistem ekonomi rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah dan ekonomi ke atas," ungkap Haedar kepada JatimTIMES.com, Kamis (11/6/2026). 

Pihaknya pun menjelaskan tahapan-tahapan yang dapat dijalankan untuk mewujudkan ekonomi yang naik kelas. Pasalnya, tidak semua orang semata-mata hanya diberikan santunan maupun karir, tetapi juga harus diajak melangkah bersama untuk memperkuat ekonomi. 

Kemudian, Muhammadiyah sebagai persyarikatan yang lahir pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah atau yang sekarang telah berusia 117 tahun ini memiliki sosial ekonomi keagamaan yang dapat bergerak di ekonomi bisnis kelas menengah dan ke atas. 

"Indonesia ke depan mempunyai cita-cita Indonesia Emas di mana satu di antaranya adalah Indonesia Mandiri. Itu tidak mungkin kalau kita menyerahkan pengolahan sumber daya alam termasuk hutan dan segala yang dimiliki kepada pihak asing, pihak lain. Bahkan Presiden Prabowo Subianto juga semangatnya mengimplementasikan Pasal 33 UUD 1945, Muhammadiyah berada di jalur itu," jelas Haedar. 

Disinggung mengenai alasan Muhammadiyah memilih mengembangkan lini bisnisnya di bidang kesehatan, Haedar menyebut bahwa terdapat 130 lebih rumah sakit dan ratusan klinik yang berada di bawah naungan PP Muhammadiyah. 

"Kami punya 130-an rumah sakit dan ratusan klinik. Kalau tidak kami layani dengan kekuatan sendiri, biasanya akan menggunakan jasa pihak lain. Kemudian dengan pabrik infus ini kami memulai sesuatu yang paling bisa kami lakukan di ekosistem bisnis rumah sakit. Yang saya yakin ke depan juga kami akan bergerak di bidang obat dan lain sebagainya. Biasanya kalau sudah dimulai sesuatu, yang lain akan mengikuti," beber Haedar. 

Baca Juga : Grup Menyimpang Gegerkan Gresik, LPBHNU Desak Aparat Bertindak Tegas

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal Muhadjir Effendy mengatakan, manajemen dari pembangunan pabrik infus Suryavena ini berada di bawah kolaborasi antara Majelis Kesehatan dan Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah dengan nilai investasi sekitar Rp 800 milliar. 

Muhadjir mengatakan, dengan memproduksi cairan infus secara mandiri, maka akan jauh lebih efisiens dan kualitasnya dapat diawasi langsung secara ketat dan tentunya dapat menekan harga yang rendah. Sehingga nantinya cairan infus Suryavena akan diminati konsumen di luar pasar Muhammadiyah. 

"Maka dengan seperti itu peluang untuk berkembang produksi infus kami ini akan sangat besar. Nanti kami lihat sampai berapa permintaan dari luar Muhammadiyah," tutur Muhadjir. 

Untuk pendistribusian infus Suryavena, PT. Suryavena Farma Indonesia untuk sementara waktu bekerja sama dengan Kimia Farma. Nantinya, ketika rantai pasok jaringan distribusi infus Suryavena sudah cukup luas, maka pihaknya akan membangun jaringan distribusi secara mandiri. 

Sebagai informasi, pada saat peluncuran PT. Suryavena Farma Indonesia pada April 2026 lalu, ditargetkan pabrik infus ini dapat memproduksi 15 juta botol cairan infus per tahun. Yakni sebanyak 13 juta botol akan diserap oleh jaringan rumah sakit dan klinik Muhammadiyah, sedangkan dua juta botol sisanya akan dipasarkan ke masyarakat luas. Ditargetkan pabrik infus suryavena sudah bisa beroperasi di akhir tahun 2027 atau awal 2028 mendatang. 


Topik

Peristiwa pp muhammadiyah pabrik infus desa ngijo kabupaten malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana