Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Hadiri Pengajian, Wabup Mimik Ajak Masyarakat Perangi HIV/AIDS, Narkoba, dan Miras demi Selamatkan Generasi Muda

Penulis : Nur Hidayah - Editor : Yunan Helmy

03 - Aug - 2026, 18:26

Placeholder
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menghadiri pengajian rutin Qurrota A'yun Sidoarjo yang digelar di Masjid Nurul Yaqin, Perumahan Pondok Jati, Sidoarjo.

JATIMTIMES - Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menghadiri pengajian rutin Qurrota A'yun Sidoarjo yang digelar di Masjid Nurul Yaqin, Perumahan Pondok Jati, Sidoarjo. Pengajian yang dilaksanakan setiap Senin pertama di awal bulan tersebut diikuti ratusan jemaah perempuan dan dikemas dalam konsep Ngopi (Ngobrol Penuh Ilmu) yang terbuka untuk masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Wabup Mimik mengaku bersyukur dapat kembali bersilaturahmi dengan jemaah Qurrota A'yun. Ia mengenang kebersamaannya dengan para jemaah sebelum menjabat sebagai wakil bupati Sidoarjo. Pada kesempatan tersebut, ia juga memohon doa agar dirinya bersama Bupati Sidoarjo H Subandi senantiasa diberikan kekuatan dan amanah dalam memimpin Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga : Bupati Sanusi Lantik 166 Pejabat Administrator Hingga Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Orientasi Pelayanan 

Pengajian

Bupati Sidoarjo H. Subandi saat menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal bersama Forkopimda dan Forkopimka di 18 kecamatan pada Sabtu (1/8) malam.

 "Di sini saya nyuwun pandonganipun panjenengan semuanya, supaya saya sebagai wakil bupati dan juga Bapak Bupati selalu didoakan menjadi pemimpin yang amanah dan mampu membawa Sidoarjo menjadi lebih baik. Soale ibu-ibu lek dungo iku insya Allah tembus langit," ungkap Mimik pada Senin (3/08/2026).

 Mimik mengatakan, pembangunan Kabupaten Sidoarjo harus dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, tidak hanya mengandalkan APBD tetapi juga dukungan APBN. Menurut dia, koordinasi intensif dengan pemerintah pusat telah membuahkan hasil berupa berbagai program pembangunan yang kini dapat direalisasikan.

 "Alhamdulillah, selama satu tahun ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga memperoleh bantuan yang sangat besar. Mulai dari renovasi rumah tidak layak huni, renovasi sekolah, pembangunan jembatan, hingga pengecoran jalan lingkar timur. Semua itu bisa terwujud berkat doa panjenengan semuanya," ungkapnya.

 Selain memaparkan capaian pembangunan, Wabup Mimik juga mengingatkan masyarakat agar lebih serius menjaga generasi muda dari ancaman pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, minuman keras (miras), dan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo. Menurut dia, keluarga memiliki peran paling penting dalam membentengi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

 Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal bersama forkopimda dan forkopimka di 18 kecamatan pada Sabtu (1/8) malam. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita 1.696 botol miras dari berbagai lokasi.

 Temuan terbesar berasal dari kawasan Graha Kota. Petugas mengamankan 851 botol miras dari sebuah ruko yang berkedok toko vape. Sementara 845 botol lainnya disita dari sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Sidoarjo.

 Mimik menegaskan bahwa meningkatnya kasus HIV/AIDS dan maraknya peredaran miras merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

 "Pergaulan sekarang ini sudah semakin bebas. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendidik anak-anak agar tidak terjerumus. Kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo cukup tinggi. Narkoba dan minuman keras juga sudah merajalela. Saya mohon bantuan panjenengan semua, karena masyarakat yang mengetahui kondisi di lapangan. Jika ada penjualan miras atau aktivitas yang mengganggu keamanan lingkungan, silakan langsung dilaporkan kepada saya," pesannya.

 Wabup Mimik menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Menurut dia, tingginya angka HIV/AIDS maupun penyalahgunaan miras tidak dapat dilepaskan dari tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini. Karena itu, ia mengajak keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, hingga komunitas kepemudaan untuk memperkuat edukasi mengenai bahaya HIV/AIDS, narkoba, dan minuman keras.

Baca Juga : Perluas Akses Beasiswa, Program 1.000 Sarjana Pemkot Batu Kini Jalin Kerja Sama dengan Universitas Kepanjen

 

 "Upaya pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan melalui pendekatan edukatif dan persuasif, bukan semata-mata mengandalkan penegakan hukum," ucapnya.

 Senada dengan itu, Bupati Sidoarjo H Subandi menegaskan bahwa peningkatan kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah akan terus memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi, perluasan layanan kesehatan, deteksi dini, serta pendampingan kepada kelompok yang berisiko.

 Menurut Subandi, stigma terhadap penyintas HIV/AIDS justru menjadi salah satu hambatan dalam pengendalian penyakit tersebut. Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS agar mampu mendukung upaya pencegahan sekaligus memberikan ruang bagi para penyintas untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak.

 Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan sektor kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku sosial masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, pembinaan keluarga, serta peran lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko.

 Terkait peredaran miras, Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum. Menurutnya, konsumsi miras kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, perkelahian, hingga penyalahgunaan narkotika.

 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, Satpol PP, Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta berbagai elemen masyarakat dalam menyusun langkah-langkah strategis yang berkelanjutan. Pencegahan HIV/AIDS akan terus diintegrasikan dengan peningkatan layanan kesehatan, kampanye hidup sehat, serta edukasi reproduksi yang tepat sasaran. Di sisi lain, operasi penertiban miras ilegal akan dilaksanakan secara rutin guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.

 Baik Bupati Subandi maupun Wakil Bupati Mimik Idayana berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi. Kesadaran kolektif, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberanian melaporkan peredaran miras ilegal maupun aktivitas yang berpotensi meningkatkan penyebaran HIV/AIDS menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang sehat, aman, religius, dan berdaya saing. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka HIV/AIDS dan memberantas peredaran miras hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat.


Topik

Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo perangi miras narkoba HIV-AIDS generasi muda Pemkab Sidoarjo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nur Hidayah

Editor

Yunan Helmy