Wali Kota Malang Soroti Risiko AI dan Medsos, Warga Diminta Lebih Bijak

Reporter

Riski Wijaya

30 - Apr - 2026, 06:38

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat memberikan arahan pada peserta sosialisasi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai mendorong literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk menekan dampak negatif penyalahgunaan teknologi dan media sosial yang kian marak.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, edukasi penggunaan AI secara produktif dan bijak menjadi kebutuhan mendesak di tengah tingginya aktivitas digital warga Kota Malang.

Baca Juga : Eksploitasi Anak, Orang Tua Paksa Balita Ngamen di Area Stadion Kanjuruhan Ditindak Polisi

Hal itu disampaikan Wahyu saat membuka bimbingan teknis bertema “Produktif dan Bijak Menggunakan AI”. Kegiatan tersebut diikuti berbagai kalangan, mulai anak muda hingga warga lanjut usia.

“Tema hari ini adalah produktif dan bijak menggunakan AI. Ini penting karena teknologi AI memiliki dampak positif dan negatif,” kata Wahyu.

Menurut dia, kegiatan itu juga merupakan tindak lanjut dari usulan Musrenbang kelurahan dan Musrenbang tematik. Masyarakat dinilai mulai membutuhkan pemahaman lebih dalam terkait penggunaan teknologi digital terbaru.

Wahyu menyebut Kota Malang termasuk salah satu daerah dengan pengguna media sosial yang tinggi. Banyaknya influencer dan tingginya aktivitas digital masyarakat turut memunculkan berbagai persoalan baru.

Ia menyoroti maraknya kasus penyalahgunaan media sosial, termasuk penipuan digital yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Karena itu, masyarakat diminta lebih selektif saat menggunakan AI maupun bermedia sosial.

“Harus bisa memilih dan memilah mana yang harus dilakukan dengan teknologi AI, supaya tidak terkena masalah,” ujarnya.

Baca Juga : UB Luncurkan SEMAR, Risiko Reputasi hingga Kinerja Unit Kini Dipantau Lewat Dashboard

Ia menjelaskan, penggunaan AI yang tidak bijak berpotensi memicu persoalan hukum maupun konflik sosial. Salah satunya ketika konten di media sosial menjadi viral dan berdampak negatif bagi pengguna.

“Mana yang berdampak dan tidak, mana yang akhirnya membuat situasi di media sosial viral lalu menimbulkan masalah,” katanya.

Pemkot Malang berharap peserta bimtek dapat menularkan pemahaman tersebut kepada lingkungan sekitar. Sebab jumlah peserta kegiatan masih terbatas dibanding tingginya pengguna media sosial di Kota Malang.

Wahyu menambahkan, pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan penggunaan teknologi informasi yang telah diatur pemerintah melalui Kominfo.