Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Jadi Pesan Kakanwil Kemenag Jatim di MIN 1 Kota Malang
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
30 - Apr - 2026, 07:32
JATIMTIMES - Persoalan lembaga pendidikan kerap bukan bermula dari kurangnya program, melainkan salah menempatkan orang pada posisi penting. Sorotan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur Dr HnAkhmad Sruji Bahtiar MPdI saat melakukan kunjungan kerja ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, belum lama ini.
Di tengah berlangsungnya Ujian Madrasah bagi siswa kelas VI, Sruji Bahtiar memilih menekankan isu kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan madrasah. Menurut dia, organisasi akan sulit berkembang jika jabatan strategis diisi figur yang tidak sesuai kapasitas.

“Kesalahan organisasi sering terjadi karena menempatkan orang yang tidak tepat pada posisi tertentu. Maka guru harus terus membekali diri dengan ilmu dan kompetensi,” ujarnya.
Baca Juga : Raih Cumlaude dalam Program Doktoral Unair, Reni Astuti Teliti Para Anggota Dewan yang Hat-trick Menjabat
Dalam arahannya, ia menyebut kualitas sekolah tidak bisa dilepaskan dari kualitas guru. Seorang pendidik, kata dia, harus menjadi figur yang membawa manfaat nyata bagi peserta didik, bukan sekadar menjalankan rutinitas mengajar.
Ia menggambarkan guru sebagai “makanan” yang dibutuhkan karena memberi energi dan nilai guna. Guru juga disebut harus berfungsi seperti “obat”, yakni hadir memberi jalan keluar atas persoalan belajar, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter siswa.
Menurut Sruji, tantangan pendidikan ke depan membutuhkan pendidik yang tahan uji, terus belajar, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Guru yang berhenti berkembang akan tertinggal oleh kebutuhan zaman.
Selain soal guru, ia menaruh perhatian pada pola kepemimpinan di lingkungan pendidikan. Pemimpin madrasah harus mampu mengendalikan persoalan tanpa menciptakan konflik baru.
“Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu melindungi, menjaga, serta menyelesaikan persoalan dengan tenang tanpa menyakiti pihak lain,” katanya.

Ia juga meminta seluruh jajaran tidak memelihara mental pesimistis. Sikap merasa tidak mampu justru menjadi penghambat terbesar sebelum pekerjaan dimulai.
Baca Juga : May Day Diisi Dialog dan Seminar, Wali Kota Malang Ajak Buruh Sampaikan Aspirasi
“Jangan pernah mengatakan tidak mungkin, karena itu bisa menutup peluang yang ada,” tegasnya.
Menutup arahannya, Sruji Bahtiar mengingatkan bahwa dunia pendidikan bergerak cepat dan penuh persaingan. Lembaga yang lambat beradaptasi akan mudah tertinggal.
“Seperti anak rusa yang dikejar harimau, jika tidak berlari lebih cepat untuk maju, maka akan tertinggal dan kalah,” pungkasnya.
