Rektor UIN Malang: RS Pendidikan Jadi Penguat Akademik Sekaligus Penguat Layanan Kesehatan Masyarakat
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
07 - May - 2026, 07:06
JATIMTIMES - Komitmen pengembangan layanan kesehatan berbasis pendidikan kembali ditegaskan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan yang berlangsung di Aula Gedung Ar Rahim Lantai 3 Kampus 3, Kamis 7 Mei 2026.
Forum tersebut menjadi langkah strategis kampus dalam mempercepat realisasi pembangunan rumah sakit pendidikan sebagai penopang utama pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).
Baca Juga : Kepala Bapenda Turun Gunung Pimpin BMW di Desa Purwodadi Donomulyo Malang
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit pendidikan kini menjadi kebutuhan penting bagi kampus yang terus mengembangkan kualitas pendidikan kedokteran. Menurutnya, pembangunan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dan pembangunan daerah.
Dalam forum diskusi tersebut, Prof. Ilfi juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan rumah sakit pendidikan dapat segera diwujudkan. Ia menilai keberadaan rumah sakit pendidikan nantinya akan memberikan dampak luas, bukan hanya bagi lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat Malang Raya hingga tingkat nasional.
“Membangun rumah sakit pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berarti membangun Malang Raya dan juga Indonesia,” ujar Prof. Ilfi sapaan akrabnya.
Menurut Prof. Ilfi, rumah sakit pendidikan yang dirancang tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan, pendidikan kedokteran, riset medis, sekaligus pengembangan sumber daya manusia kesehatan di lingkungan UIN Maliki Malang. Di tengah persoalan distribusi dokter yang belum merata dan meningkatnya kebutuhan layanan rehabilitasi kesehatan, pengembangan rumah sakit pendidikan dinilai dapat menjadi salah satu model penguatan sistem kesehatan berbasis perguruan tinggi di Indonesia.
Prof. Ilfi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kementerian Kesehatan terhadap rencana pengembangan rumah sakit pendidikan di lingkungan UIN Maliki Malang. Ia menilai kehadiran Wakil Menteri Kesehatan RI dalam forum tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan fasilitas kesehatan pendidikan tersebut.
“Nama populer beliau dipanggil Bapak dr. Beni. Terima kasih Pak Wamen, kami sudah diterima di kantor Bapak dan sangat menerima kami ketika berkunjung,” ujar Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si..
Baca Juga : TKA Resmi Jadi Syarat SPMB 2026/2027 Nasional, Berlaku di Jalur Prestasi
FGD tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan optimisme terhadap perkembangan FKIK UIN Maliki Malang yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi institusi pendidikan kedokteran yang kuat dan kompetitif.
Menurut dr. Benjamin, sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. Ia bahkan membuka peluang untuk hadir kembali memberikan kuliah umum terkait berbagai program prioritas Kementerian Kesehatan.
“Saya percaya semoga niat baik kita ini diridhai Allah,” kata dr. Benjamin.
Melalui forum diskusi tersebut, Maliki Malang berharap pembangunan rumah sakit pendidikan dapat segera direalisasikan. Selain menjadi sarana praktik dan pembelajaran mahasiswa FKIK, keberadaan rumah sakit itu juga diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Malang Raya sekaligus mendukung agenda pembangunan kesehatan nasional.
