Pondasi Jembatan Brawijaya Diperkuat 2026, Gerbang Revitalisasi Besar Kawasan Splendid-Kayutangan
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
16 - Jan - 2026, 08:06
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersiap melakukan penguatan pondasi Jembatan Brawijaya di kawasan Splendid pada 2026. Langkah ini bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan menjadi pintu awal penataan besar kawasan Splendid dan Kayutangan Heritage agar terintegrasi sebagai destinasi wisata kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa kondisi pondasi jembatan sebelumnya mengalami penggerusan sehingga perlu segera diperkuat sebelum proyek penataan kawasan dimulai.
Baca Juga : FGD Bersama 143 Pemangku Kepentingan, Unisba Blitar Perkuat Kurikulum Berbasis Outcome
“Yang kami dahulukan adalah penguatan pondasinya. Karena kemarin sempat tergerus. Setelah itu baru penataan kawasan secara menyeluruh,” ujar Dandung.
Menurutnya, perbaikan pondasi Jembatan Brawijaya ditargetkan dapat dikerjakan secepatnya dengan menggunakan anggaran dari APBD Kota Malang. Nilai anggaran yang disiapkan diperkirakan berada di kisaran Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.
Meski demikian, Dandung menegaskan bahwa secara umum konstruksi Jembatan Brawijaya masih dalam kondisi aman. Terlebih, jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, bukan kendaraan berat.
“Kalau kekuatan struktur secara umum masih aman. Karena ini jembatan roda dua. Yang perlu diperbaiki adalah bagian pondasinya saja,” jelasnya.
Lebih jauh, Dandung menekankan bahwa penataan kawasan Splendid ke depan akan mengusung konsep revitalisasi, bukan sekadar pengecatan ulang atau perbaikan visual semata. Revitalisasi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan Splendid sekaligus memperkuat konektivitas dengan Kayutangan Heritage.
Baca Juga : Komisi D DPRD Jatim Dorong Peningkatan Infrastruktur Jalan di Madura, Kunci Geliatkan Ekonomi
“Bukan cuma dicat ulang. Konsepnya revitalisasi kawasan. Harapannya nanti Splendid bisa tersambung secara utuh dengan Kayutangan Heritage,” tambahnya.
Penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari arahan Wali Kota Malang untuk menghidupkan kembali kawasan Splendid sebagai pusat aktivitas ekonomi dan wisata.
Tidak hanya jembatan, penataan juga akan menyasar Pasar Splendid atau yang dulu dikenal sebagai Pasar Senggol, agar kembali menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan.
