JATIMTIMES - Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW dan juga ayah Hafshah, istri Nabi Muhammad.
Umar terkenal sebagai sosok tegas, kuat dan gahar. Sahabat Rasulullah yang satu ini sebelumnya adalah musuh Islam karena sangat membenci Islam.
Baca Juga : Pangeran Blitar, Pemberontak Mataram yang Jadi Inspirator Perjuangan Pangeran Sambernyawa
Banyak orang muslim yang ketika itu menjadi pengikut Nabi Muhammad diperlakukan buruk oleh Umar. Bahkan adik kandungnya, Fatimah binti Khattab, dipukul hingga mengeluarkan darah segar dari wajahnya lantaran menjadi pengikut Muhammad.
Namun manusia berkepribadian keras ini pernah menangis tersedu-sedu saat berkunjung ke rumah Rasulullah. Lantas, hal apakah yang membuat Umar menangis tersedu-sedu? Simak kisahnya berikut ini.
Dilansir dari akun Tiktok @Ferry Rinaldi, saat itu Umar Bin Khattab berkunjung ke rumah Rasulullah dan dilihatnya beliau sedang tidur beralaskan pelepah kurma.
Umar yang melihat Rasulullah berbaring di atas tikar usang yang kasar dan hanya berbantal pelepah kurma yang keras itu pun tak tega dan akhirnya menangis.
Seraya menahan tangisnya, Umar pun mengucapkan salam dan duduk di dekat Rasulullah. Rasulullah yang mendengar salam Umar menjawab salamnya.
“Mengapa engkau menangis wahai Umar?” tanya Rasulullah.
Baca Juga : Viral, Emak-Emak Injak Bulu Babi Saat Bermain di Pantai, Ini Bahaya dan Cara Pertolongan Pertamanya
Umar menjawab, "Aku tak kuasa melihat keadaan ini. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuhmu padahal engkau ini nabi Allah dan kekasih-Nya. Hartamu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutra".
Mendengar pernyataan Umar itu, Rasulullah menjawab "Kesenangan mereka dipercepat datangnya dan kesenangan itu pasti terputus. Sementara kita adalah kaum yang kesenangannya ditunda hingga hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sebentar di bawah pohon kemudian berangkat dan meninggalkannya".
Dari kisah tersebut, bisa dilihat betapa kehidupan Rasulullah sangat bersahaja dan sederhana. Beliau menyadarkan kita bahwa akhirat jauh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Semoga kita bisa memetik hikmah di balik cerita di atas.
