Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Viral Disebut Mall Terkecil di Dunia, Pengunjung Malang Town Square Justru Naik Jelang Lebaran

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Mar - 2026, 16:38

Placeholder
Kepadatan di Matos. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Viralnya konten TikTok yang menyebut Malang Town Square (Matos) sebagai “mall terkecil di dunia” ternyata tak berdampak negatif bagi pusat perbelanjaan tersebut. Justru, jumlah pengunjung ke mall yang berada di Jalan Veteran, Kota Malang itu meningkat signifikan menjelang Lebaran.

Manajemen Matos pun menanggapi santai ramainya perbincangan di media sosial tersebut. Mall Director Matos, Fifi Trisjanti, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan konten yang dibuat kreator TikTok tersebut.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk berpendapat. Bahkan di tengah berbagai komentar warganet, banyak pula pihak yang memberikan dukungan terhadap Matos.

“Biarkan saja. Orang punya hak untuk menilai atau bahkan menjelek-jelekkan, tapi Tuhan itu baik, yang membela juga banyak,” kata Fifi, Sabtu (14/3/2026).

Ia menilai konten tersebut bukan bentuk persaingan usaha, melainkan sekadar ulah kreator konten yang ingin membuat hiburan di media sosial. Karena itu, pihak manajemen memilih tidak mengambil langkah khusus, termasuk meminta permintaan maaf dari pembuat konten.

Fifi menegaskan bahwa yang lebih penting bagi manajemen adalah keberlangsungan usaha dan nasib ribuan karyawan yang menggantungkan penghasilan di Matos.

“Tidak ada permintaan maaf dan saya juga tidak memaksa dia untuk minta maaf. Yang harus dipikirkan itu ada berapa ribu karyawan di sini yang mencari nafkah,” imbuh Fifi.

Di sisi lain, ia justru melihat adanya dampak positif dari viralnya konten tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kunjungan ke Matos meningkat cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kalau dibandingkan bulan lalu, kenaikannya sekitar 25 sampai 30 persen. Bahkan di hari biasa sekarang rasanya seperti akhir pekan,” jelas Fifi

Jika dibandingkan dengan periode Ramadan tahun lalu, tingkat kunjungan juga mengalami peningkatan. Fifi menyebut kenaikan pengunjung secara keseluruhan mencapai sekitar 15 persen.

“Kalau dibandingkan Ramadan tahun lalu secara apple to apple, kenaikannya sekitar 15 persen. Harapannya sampai Lebaran nanti kunjungan terus meningkat dan perputaran ekonomi juga ikut bergerak,” tambah Fifi.

Menurut Fifi, lonjakan pengunjung biasanya memang mulai terasa setelah memasuki paruh kedua Ramadan. Pada dua minggu pertama bulan puasa, pusat perbelanjaan umumnya masih relatif sepi.

“Biasanya dua minggu pertama Ramadan itu masih sepi, setelah itu baru ramai terus sampai penuh menjelang Lebaran,” kata Fifi

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Di Matos sendiri, tenant yang paling ramai diserbu pengunjung saat Ramadan adalah sektor makanan dan fashion. Banyak pengunjung yang datang untuk berburu kuliner hingga mencari pakaian baru untuk menyambut Lebaran.

“Yang paling banyak dicari biasanya makanan dan pakaian. Tenant makanan dan fashion itu pasti ramai sekali di momen seperti ini,” terang Fifi.

Untuk diktehaui, media sosial TikTok dibuat ramai dengan unggahan sebuah video dari kreator dengan akun @caeinmotion. Dalam unggahannya, ia menyebut sedang berada di “mall terkecil di dunia”, merujuk pada Matos.

“Kalian tahu nggak aku di mana sekarang? Aku sekarang lagi ada di mall terkecil di dunia, yaitu Matos. Eh maaf ya, nggak bermaksud ya, soalnya biasanya aku ke Pakuwon,” katanya dalam video tersebut.

Dalam video yang sama, ia juga sempat menyebut Kota Malang sebagai “desa yang syahdu” sambil bertanya kepada warganet mengenai makanan yang enak untuk dicoba di kota tersebut.

“Enaknya aku makan apa di desa Malang yang syahdu ini? Ada makanan enak di sini?” katanya.

Unggahan tersebut kemudian memicu reaksi warganet dari berbagai daerah. Banyak yang mengkritik pernyataannya dan membela Kota Malang maupun Matos.

Setelah videonya viral, kreator konten tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun TikTok pribadinya. Unggahan klarifikasi tersebut pun dibanjiri respons warganet dengan lebih dari 14 ribu komentar.


Topik

Ekonomi Malang Town Square Matos pengunjung matos Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni