Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Antusias Tinggi, Alokasi Bantuan Pangan Kota Malang Naik Dua Kali Lipat

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

17 - Mar - 2026, 12:20

Placeholder
Antusias warga Kelurahan Wonokoyo saat membawa pulang bantuan pangan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang kembali menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan ribu warga. Tahun 2026 ini, jumlah penerima bantuan meningkat signifikan, seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menyebut total penerima bantuan pangan di seluruh wilayah Kota Malang mencapai 57.715 orang.

Baca Juga : Hitungan Kalori Kue Lebaran dari Nastar sampai Kastengel, Lengkap dengan Cara Membakarnya

“Secara total Kota Malang mendapatkan alokasi 57.715 penerima bantuan,” ujar Slamet ditemui saat penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang, Selasa (17/302026).

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras, sebagai upaya membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.

Di beberapa wilayah, jumlah penerima cukup besar. Seperti di Kecamatan Kedungkandang yang mencapai 14.313 penerima. Sementara di wilayah Wonokoyo tercatat sebanyak 494 penerima bantuan pangan. Penyaluran ini pun akan terus berlanjut, termasuk setelah perayaan Idul Fitri.

Menurut Slamet, program bantuan ini tidak hanya bertujuan membantu warga secara langsung, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Tujuannya untuk mempermudah warga mendapatkan akses bahan pangan, khususnya beras dan minyak goreng. Selain itu juga untuk meringankan kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilisasi pasokan serta harga,” jelasnya.

Terkait data penerima, Slamet memastikan seluruhnya telah melalui proses verifikasi. Data penerima berasal dari kelompok desil 1 hingga 4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang dikoordinasikan bersama Badan Pangan Nasional dan Kementerian Sosial.

Untuk menghindari potensi penerima ganda, proses penyaluran dilakukan dengan pengecekan ketat. Warga diwajibkan membawa undangan resmi serta mencocokkan KTP dan Kartu Keluarga saat pengambilan bantuan.

Baca Juga : Stok Beras Aman hingga 10 Bulan, Wali Kota Malang Pastikan Harga Tetap Stabil

Tingginya antusiasme masyarakat dalam program ini, lanjut Slamet, menjadi salah satu alasan meningkatnya alokasi bantuan di tahun ini.

“Memang kebutuhan masyarakat tinggi. Karena itu, di tahun 2026 ini Kota Malang mendapatkan tambahan alokasi. Sebelumnya sekitar 23 ribu penerima, sekarang menjadi 57 ribu lebih,” pungkasnya.

Sebanyak 57.715 penerima manfaat bantuan tersebut terbagi di 5 kecamatan se Kota Malang. Tertinggi yakni berada di Kecamatan Sukun yakni 15.150 penerima manfaat.

Selanjutnya Kedungkandang 14.313 orang, Blimbing 12.225 orang, Lowokwaru 9.466 orang dan Klojen sebanyak 6.561 penerima manfaat.


Topik

Pemerintahan Malang dispangtan-kota-malang Slamet Husnan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya