Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Perpaduan Kerajaan dan Kolonial, Ini Filosofi Baju Khas Kota Malang yang Baru

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

01 - Apr - 2026, 14:45

Placeholder
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat mengenakan pakaian khas pada momen perayaan HUT Kota Malang ke-112 (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi memperkenalkan baju khas daerah sebagai identitas baru kota, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang, Rabu (1/4/2026). Peluncuran ini menjadi momen bersejarah yang menandai hadirnya simbol budaya yang merepresentasikan perjalanan panjang Kota Malang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kehadiran busana khas ini bukan sekadar seremonial. Melainkan wujud nyata upaya menghadirkan identitas lokal yang selama ini belum dimiliki.

Baca Juga : Libur Lebaran 2026, Wisata Kota Malang Ramai Diserbu: Okupansi Hotel Naik, PAD Ikut Terdongkrak

“Momentum HUT Ke-112 Kota Malang ini, kami anggap tepat untuk menghadirkan baju khas daerah. Selama ini Kota Malang belum punya identitas dalam bentuk busana,” jelasnya.

Ia juga menyebut, pakaian khas tersebut sarat nilai historis yang menggambarkan perjalanan Kota Malang dari masa ke masa. Filosofi yang tertuang di dalamnya merangkum jejak kepemimpinan sejak era kolonial hingga saat ini, sekaligus mencerminkan kearifan lokal yang kuat.

“Kemudian yang kedua, hari ini juga momen bersejarah juga mulai diberikan satu bentuk pakaian khas Malangan yang tadi filosofinya sudah dijelaskan, bahwa ada nilai histori yang memang menjadikan Kota Malang ini mulai dari Wali Kota pertama yang pada orang Belanda sampai dengan hari ini. Dan ini semua telah tertuang dalam filosofi pakaian dan ini juga kearifan lokalnya juga sangat tinggi sekali karena ini berbasis budaya yang memang kearifan lokal asli Kota Malang,” ungkap Wahyu.

Busana ini nantinya akan digunakan dalam berbagai acara resmi tertentu. Tidak hanya oleh jajaran Pemerintah Kota Malang, namun juga telah dikenakan oleh pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang pada momen peluncuran.

“Ya, nanti upacara tertentu-tertentu kita akan menggunakan pakaian khas Malang seperti ini. Jadi memang kita berbeda dengan Kabupaten Malang yang memang itu kulturnya memang kerajaan. Kemudian Kota Batu yang juga memang lahir terakhir jadi memang kulturnya berbeda,” tambahnya.

Wahyu menjelaskan, konsep desain busana khas Malang mengusung perpaduan dua unsur besar, yakni nuansa kerajaan yang pernah berkembang di wilayah Malang dan sentuhan era kolonial Belanda yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota.

“Kami ingin ada alasan kuat dalam setiap desainnya. Karena Malang juga punya sejarah kolonial yang cukup kental, jadi itu juga kami angkat,” terangnya.

Baca Juga : Kota Malang Resmi Kenalkan Busana Khas Daerah di HUT Ke-112, Ini Detailnya

Dalam proses perancangannya, Pemkot Malang melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh budaya, sejarawan, pemerhati budaya hingga pelaku industri fashion. Hal ini dilakukan agar busana yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki dasar historis dan filosofi yang kuat.

Secara teknis, desain utama atau tingkat tertinggi diperuntukkan bagi Wali Kota dengan dominasi warna hitam yang elegan. Busana tersebut dilengkapi topi pet yang dipadukan dengan udeng, jas berkerah rever dengan bordir emas, serta berbagai ornamen bordir timbul di bagian dada, lengan, hingga celana. Aksesori seperti selendang dan obi belt dengan sentuhan pita emas semakin memperkuat kesan berwibawa.

Untuk perempuan, busana berupa kebaya Kartini hitam dengan hiasan bordir emas di berbagai bagian, dipadukan dengan kerudung, selendang, serta kain panjang Batik Kawung Tugu Malang.

Ke depan, penggunaan baju khas ini akan dimulai dari Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkot Malang. Sementara untuk penerapan lebih luas, termasuk di kalangan pelajar, masih akan dikaji lebih lanjut.

Hadirnya busana khas ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kota Malang. Lebih dari itu, baju khas ini juga diharapkan menjadi warisan budaya yang merepresentasikan dinamika sejarah dan perkembangan Kota Malang dari masa ke masa.


Topik

Pemerintahan Kota malang Wahyu Hidayat Wali Kota Malang Wahyu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan