Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

789 Petugas Sensus Ekonomi Akan Datangi Rumah Warga, Bupati Magetan Minta Petugas Kedepankan Pendekatan Humanis

Penulis : Basworowati Prasetyo Nugraheni - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Jun - 2026, 11:51

Placeholder
Bupati Magetan saat membuka kegiatan Pelatihan Petugas SE 2026 pada Senin (14/6/2026) di Pendopo Surya Graha. (Ist)

JATIMTIMES – Sebanyak 789 petugas sensus ekonomi akan melakukan survei ke rumah warga mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.Bupati Magetan. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti berpesan kepada petugas sensus agar meminta data secara utuh dari responden yang akan disurvei agar dapat diketahui tingkat kesejahteraannya.

Nanik memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan para petugas. Dirinya menekankan bahwa modal utama petugas sensus di lapangan bukan hanya kecakapan teknis, melainkan juga pendekatan humanis yang berbasis kesabaran.

Baca Juga : Megawati Pimpin Ziarah Kebangsaan Haul Bung Karno ke-56, Doakan Indonesia Berdikari dan Sejahtera

“Masyarakat juga perlu diberikan pemahaman bahwa sensus ekonomi tidak berkaitan dengan pajak, melainkan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat,” kata Nanik saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi dan Deklarasi Komitmen Bersama Mendukung Sukses Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Magetan, Senin (14/6/2026), di Pendopo Surya Graha.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa karakter masyarakat yang dihadapi di lapangan akan sangat beragam, sehingga kompetensi komunikasi interpersonal menjadi kunci keberhasilan pendataan.

"Jadi betul-betul Sensus Ekonomi ini harus yang syabar (sabar), sopan, dan nanti jangan mudah tersinggung. Karena yang dihadapi nanti kan berbagai latar belakang, jadi mungkin petani, mungkin yang tidak tahu apa-apa, jadi harus sabar, memberikan edukasi dulu. Jadi memang perlu kesabaran bagi petugas ini," imbuhnya.

Pemkab Kabupaten Magetan berharap output dari SE26 ini mampu menyajikan potret riil perekonomian daerah yang nantinya akan menjadi pijakan dalam penataan regulasi. Saat disinggung mengenai kemungkinan lahirnya kebijakan atau peraturan baru pasca-sensus—seperti penerapan sistem pajak baru atau pemetaan wilayah UMKM, Bupati menegaskan bahwa Pemkab akan bertindak objektif berbasis data penelitan BPS.

"Mudah-mudahan nanti dari hasil Sensus Ekonomi ini, yang dilaksanakan oleh para petugas ini, menghasilkan data yang akurat, khususnya untuk pembangunan di kabupaten. Terkait kebijakan baru, nanti kita tunggu dulu hasilnya. Nanti kita evaluasi, nanti kita koordinasikan, kita rapatkan bersama untuk mengambil kebijakan ini, tidak boleh serta-merta sekarang," pungkasnya tegas.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Magetan Mohamad Samsoedin menyatakan optimisme tinggi bahwa pelaksanaan SE26 kali ini mampu menyisir seluruh lini usaha tanpa ada yang terlewat. Ia memaparkan bahwa seluruh tahapan awal di Kabupaten Magetan sejauh ini telah berjalan dengan sangat baik dan bahkan membawa dampak positif langsung bagi ketenagakerjaan lokal.

"BPS Kabupaten Magetan telah merekrut sebanyak 789 petugas, yang terdiri dari 64 petugas pendata dan 95 petugas pemeriksa lapangan. Seluruh petugas berdomisili di Kabupaten Magetan dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, aparat desa, masyarakat umum, hingga mahasiswa. 789 petugas tersebut tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Magetan," ungkap Kepala BPS.

Kepala BPS Magetan menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 ini memegang peranan vital dalam menyajikan informasi mengenai struktur ekonomi wilayah. Data ini akan mengukur secara rinci kontribusi sektor-sektor utama daerah.

Baca Juga : Harga BBM Naik, Pemkab Malang Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Perangkat Daerah Hingga 50 Persen

"Kita akan mengetahui berapa persen porsi pertanian, industri, konstruksi, hingga perdagangan dalam membentuk struktur ekonomi wilayah kita. Selain itu, sensus ini memotret karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan yang semakin penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

Lebih dari itu, hasil dari SE26 ini akan menjadi acuan utama dalam penghitungan pertumbuhan ekonomi tahun-tahun berikutnya, terutama dalam mengawal target besar nasional maupun daerah. 

"Kita tahu bersama target RPJMN maupun RPJMD, di mana target nasional untuk pertumbuhan ekonomi adalah mencapai 8 persen," tegas Kepala BPS.

Data akurat ini juga dinilai sangat krusial bagi ketepatan berbagai program prioritas pembangunan, seperti perlindungan sosial (sekolah rakyat), bantuan BNPT, PBI Kesehatan Nasional, hingga program bantuan perumahan.

Secara umum, rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi ini dimulai dari 1 Mei hingga 31 Agustus. Mulai hari ini, BPS memasuki tahapan inti yang paling menantang, yaitu pendataan langsung ke masyarakat.

"Mulai hari ini kita telah memasuki tahapan door-to-door dari rumah ke rumah yang akan dilaksanakan selama 2 bulan setengah sampai bulan Agustus. Kami sangat mengharapkan dukungan regulasi dan instruksi resmi, seperti penerbitan Surat Edaran resmi dari Ibu Bupati, serta surat dari kecamatan yang diteruskan ke desa hingga ke tingkat RT/ RW," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Magetan Nanik Endang Rusminiarti sensus ekonomi 2026 se 2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Basworowati Prasetyo Nugraheni

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan