Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Cultureverse 2026 Unikama Soroti Tantangan Komunikasi Lintas Budaya di Era Digital Global

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

01 - Jul - 2026, 19:16

Placeholder
Kegiatan Cultureverse 2026: Global Intercultural Communication yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (ist)

JATIMTIMESKemajuan teknologi digital membuat interaksi masyarakat dari berbagai negara berlangsung semakin cepat. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru berupa kesalahpahaman budaya, stereotip, hingga kecenderungan memandang budaya lain menggunakan perspektif sendiri. Persoalan itulah yang diangkat dalam kegiatan Cultureverse 2026: Global Intercultural Communication yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), belum lama ini di Aula Sarwakirti.

Kegiatan yang merupakan implementasi mata kuliah Intercultural Communication itu dikemas melalui pameran budaya dari berbagai negara. Mahasiswa angkatan 2023 menghadirkan stan yang menampilkan pakaian tradisional, informasi mengenai kebiasaan masyarakat, hingga pertunjukan seni sebagai media untuk memahami keberagaman budaya secara lebih dekat.

1

Berbeda dengan pameran budaya pada umumnya, Cultureverse tidak hanya menonjolkan sisi atraktif dari setiap negara. Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa melihat bagaimana perbedaan nilai, cara berkomunikasi, dan kebiasaan sosial dapat memengaruhi hubungan antarmanusia di era global.

Baca Juga : Potongan Aplikator Masih Mencekik Driver, SPAI Tagih Penerapan Perpres Pelindungan Pekerja Transportasi Online

Ketua pelaksana, Almira Zada, mengatakan konsep "semesta budaya" dipilih karena menggambarkan dunia yang dipenuhi keberagaman. Menurutnya, setiap budaya memiliki karakter yang layak dipahami tanpa harus dibandingkan satu sama lain.

"Cultureverse 2026 adalah semesta budaya. Hari ini kami mencoba membangun ruang di mana berbagai budaya dunia dapat hadir bersama dalam satu tempat," ujar Almira.

Ia mengakui proses persiapan kegiatan tidak berjalan mudah. Mahasiswa harus membagi waktu antara perkuliahan dengan penyusunan konsep acara, menyiapkan materi, hingga mengemas tampilan setiap stan agar mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai budaya yang diangkat.

"Meski persiapannya tidak mudah, melihat seluruh booth berdiri, kostum yang siap dikenakan, dan antusiasme semua yang hadir membuat semuanya terasa sangat berarti," katanya.

Menurut Almira, pengalaman tersebut menjadi lebih dari sekadar penyelesaian tugas akademik. Ia menilai proses kolaborasi selama mempersiapkan Cultureverse justru menjadi pembelajaran penting sebelum mahasiswa memasuki agenda berikutnya seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun aktivitas akademik lainnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Unikama, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd., menilai kemampuan berkomunikasi lintas budaya kini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan dunia digital.

Menurutnya, komunikasi tidak hanya berlangsung melalui bahasa, tetapi juga dipengaruhi nilai, kebiasaan, hingga cara seseorang mengekspresikan diri sesuai latar belakang budayanya.

Baca Juga : Biodiesel B50 Resmi Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Ini Harga Solar dan Masa Transisinya

"Kita hidup di dunia yang sangat berwarna. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan diri sesuai budaya masing-masing," kata Teguh.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan tersebut seharusnya dipandang sebagai kekayaan, bukan alasan untuk membangun jarak. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan memahami komunikasi verbal maupun nonverbal ketika berinteraksi dengan masyarakat dari budaya yang berbeda.

"Dalam intercultural communication kita harus membangun rasa saling menghormati dan tidak menilai orang lain berdasarkan perspektif kita sendiri," lanjutnya.

Teguh juga mengingatkan bahwa perkembangan media digital membuat masyarakat semakin sering berinteraksi dengan individu dari berbagai negara. Kondisi itu membuka peluang kolaborasi, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya kesalahpahaman apabila komunikasi tidak dibangun dengan pemahaman budaya yang memadai.

Selain menghadirkan pameran budaya, Cultureverse 2026 turut diisi diskusi bersama narasumber internasional yang membahas hubungan antara perkembangan teknologi digital dengan dinamika budaya global. Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, menunjukkan bahwa isu komunikasi lintas budaya menjadi salah satu kompetensi yang semakin relevan untuk dipahami di tengah dunia yang kian terhubung tanpa batas.


Topik

Pendidikan Unikama Almira Zada Teguh Sulistyo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya