Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Heboh Koran Belanda Sebut Indonesia Menuju Kebangkrutan, Apa Isi Analisisnya?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

03 - Aug - 2026, 11:24

Placeholder
Artikel di Belanda yang membahas "Apakah Indonesia sedang menuju kebangkrutan?". (Foto: X)

JATIMTIMES - Sebuah artikel di surat kabar ternama Belanda, De Volkskrant, ramai diperbincangkan setelah mengangkat judul Is Indonesië op weg naar bankroet? atau "Apakah Indonesia sedang menuju kebangkrutan?". Artikel yang terbit pada 29 Juli 2026 itu viral di media sosial setelah dibagikan sejumlah akun, salah satunya mantan pembawa acara berita Ajeng Kamaratih

Video yang diunggah Ajeng di akun TikTok pribadinya mengulas sejumlah poin yang dibahas dalam artikel tersebut. Ia menilai tulisan itu mengangkat berbagai isu yang belakangan menjadi perhatian publik di Indonesia, mulai dari arus modal asing, daya beli masyarakat, hingga pidato Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga : Jangan Asal Curhat, Kisah Nabi Ya'qub dan Nabi Ayyub Mengajarkan Tempat Terbaik Mengadu

"Aduh, di media Belanda ada yang nulis artikel, apakah Indonesia menuju kebangkrutan? Ini dia artikel yang diterbitkan pada 29 Juli 2026 yang lalu," ujar Ajeng.

Menurut Ajeng, artikel tersebut menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai mengkhawatirkan, meski tidak secara langsung menyebut Indonesia sedang mengalami krisis.

"Kalau dirangkum, penulis menganalisis bahwa ekonomi Indonesia disebut mengkhawatirkan, tapi kondisi krisis tetap dibantah." jelasnya. 

Ia juga menyebut artikel itu menyinggung istilah "Londo Ireng" yang pernah diucapkan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pidato. Selain itu, dibahas juga mengenai investor asing yang menarik dananya dari Indonesia, perpindahan aset sejumlah warga kaya Indonesia ke Singapura dan Dubai, hingga pembatalan pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah setelah muncul dugaan kasus korupsi.

Ajeng mengatakan artikel tersebut juga menyoroti perubahan peran Bank Indonesia yang dinilai penulis berpotensi memengaruhi kepercayaan investor.

"Penulis (artikel di media Belanda) menganggap ini perubahannya berisiko dan menurunkan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia." ucapnya. 

Ia kemudian menutup videonya dengan komentar yang ikut memancing diskusi warganet. "Bayangin kalau pengamat asal luar negeri aja udah naro judul kayak gini dalam artikelnya. Duh lumrah gak sih kalau kita ketar-ketir?" tutup Ajeng. 

Apa Isi Analisis De Volkskrant?

Meski judulnya terdengar provokatif, isi artikel De Volkskrant tidak menyatakan Indonesia telah bangkrut ataupun memastikan negara ini akan mengalami kebangkrutan.

Artikel yang ditulis jurnalis Noël van Bemmel justru berbentuk analisis mengenai berbagai tantangan ekonomi Indonesia. Judulnya berupa pertanyaan, sementara isi tulisannya menguraikan alasan mengapa pertanyaan tersebut muncul.

Van Bemmel mengutip kekhawatiran sejumlah ekonom mengenai pelemahan nilai tukar rupiah, perlambatan penciptaan lapangan kerja, meningkatnya tekanan terhadap anggaran negara, hingga menurunnya kepercayaan investor.

Di sisi lain, artikel tersebut juga mengangkat respons Presiden Prabowo Subianto yang menolak berbagai pandangan pesimistis mengenai kondisi ekonomi Indonesia. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pihak-pihak yang terus menyuarakan narasi negatif sebagai "zwarte Hollanders" atau "Londo Ireng".

Istilah itu sebelumnya disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB pada 23 Juli 2026. Saat itu, ia mengatakan "Londo Ireng" kini hadir dalam berbagai profesi, mulai dari wartawan, jurnalis, pengamat hingga LSM yang dinilai terus membangun narasi bahwa Indonesia akan mengalami krisis.

Dalam analisanya, Van Bemmel juga mengulas arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang ia sebut sebagai "Prabowonomics".
Istilah tersebut merujuk pada berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, hilirisasi industri, proyek-proyek strategis nasional, hingga pembentukan Danantara sebagai kendaraan investasi negara.

Baca Juga : 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim, Jangan Dianggap Sepele

Menurut Van Bemmel, seluruh program tersebut dinilai sangat ambisius sehingga muncul pertanyaan soal kemampuan pemerintah dalam hal pembiayaannya dalam jangka panjang.

Artikel itu mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5 persen cukup untuk menopang berbagai program tersebut. Penulis menilai penerimaan negara belum meningkat secepat kebutuhan belanja pemerintah, sementara investasi swasta dinilai belum menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Bila kondisi tersebut terus berlanjut, menurut analisisnya, ruang fiskal pemerintah berpotensi semakin sempit dan kepercayaan pasar dapat terus melemah.

Dari sinilah muncul pertanyaan yang kemudian dijadikan judul artikel, yakni apakah Indonesia sedang menuju kebangkrutan.

De Volkskrant Termasuk Media Berpengaruh

Sorotan terhadap artikel tersebut tidak lepas dari reputasi De Volkskrant sebagai salah satu surat kabar nasional terbesar dan paling berpengaruh di Belanda.

Didirikan pada 1919 dan kini berada di bawah naungan DPG Media, De Volkskrant dikenal sebagai quality newspaper yang banyak menjadi rujukan kalangan pembuat kebijakan, pebisnis, akademisi, hingga profesional.

Karena reputasinya itu, artikel mengenai Indonesia itu cepat menyebar di media sosial dan grup percakapan, hingga menjadi diskusi para pengamat, mengenai bagaimana kondisi ekonomi Indonesia dipersepsikan oleh media internasional.

Perhatian terhadap artikel tersebut juga datang dari Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Berly Martawardaya. Melalui media sosial, ia membagikan terjemahan artikel De Volkskrant agar lebih mudah dipahami masyarakat Indonesia.

Berly juga menegaskan bahwa De Volkskrant merupakan salah satu media arus utama di Belanda.

"Ini salah satu koran besar dan tua Belanda. Pas sy kuliah di Londo, selalu ada edisi baru koran De Volkskrant di perpus kampus," tulis Berly di akun X pribadinya. 


Topik

Ekonomi de volkrant londo ireng indonesia bangkrut? ajeng kamaratih mbgrabowo subianto



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi