Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

PKPBA Tak Lagi Digelar Dini Hari, UIN Maliki Malang Ubah Pola Akademik Mahasiswa Baru

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

11 - Aug - 2026, 14:42

Placeholder
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, MA, Ph.D (kiri) (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang mengubah pola keseharian mahasiswa baru dengan merombak ritme pembelajaran Bahasa Arab di Ma’had. Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) yang sebelumnya berlangsung pada pukul 02.00 WIB  hingga 05.00 WIB kini digeser ke pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB atau 06.30 WIB sampai 09.00 WIB atau 09.30 WIB.

Perubahan itu bukan sekadar pemindahan jam kuliah. Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Drs. H. Basri, MA, Ph.D., mengatakan penataan tersebut berangkat dari evaluasi terhadap beban aktivitas mahasiswa, terutama keterbatasan waktu istirahat, ibadah, makan, hingga pengerjaan tugas ketika pembelajaran berlangsung pada dini hari.

Baca Juga : Hadapi Era Disrupsi, Media Arus Utama Indonesia Serap Strategi Konvergensi Digital Pers di Tiongkok

"Perubahan tidak sekadar berubah, tapi perubahan menuju kemaslahatan. Kemaslahatan itu yang paling utama adalah mahasiswa," kata Basri saat ditemui dalam proses validasi mahasiswa baru di Kampus I UIN Malang, Selasa (11/8/2026).

Menurut Basri, durasi PKPBA pada dasarnya tidak berubah. Yang diubah adalah iramanya. Pembelajaran yang sebelumnya ditempatkan pada pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB dipindahkan ke rentang pagi setelah mahasiswa menyelesaikan salat Subuh dan mempersiapkan diri.

Dengan pola tersebut, kegiatan akademik mahasiswa dapat ditata hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah itu terdapat rentang waktu bagi mahasiswa untuk beristirahat, makan, membeli kebutuhan, menjalankan ibadah, atau sekadar mengambil waktu tidur singkat sebelum memasuki aktivitas malam.

Penataan juga dilakukan terhadap kegiatan taklim di Ma’had. Setelah salat Maghrib berjamaah sekitar pukul 17.30 WIB, kegiatan taklim berlangsung hingga sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah salat Isya berjamaah, mahasiswa memiliki ruang hingga sekitar pukul 22.00 WIB bahkan 23.00 WIB untuk menyelesaikan tugas akademik.

Basri menilai ruang tersebut menjadi penting karena beban akademik mahasiswa berbeda-beda. Ia menyebut bidang teknologi informasi, teknik, kedokteran, dan farmasi memiliki tantangan tugas yang relatif lebih besar dibandingkan sejumlah bidang ilmu sosial.

Ia menegaskan penyebutan tersebut bukan untuk membandingkan superioritas disiplin ilmu. Menurutnya, seluruh bidang ilmu memiliki kedudukan yang sama, sementara tingkat tantangan akademik juga dipengaruhi karakter keilmuan dan minat mahasiswa.

"Semua ilmu itu sama, tergantung pada passion, minat kita. Tapi memang tugas itu lebih menantang di beberapa bidang," ujarnya.

Perubahan tersebut sekaligus diarahkan untuk menggeser kebiasaan lama di lingkungan akademik. Basri menginginkan aktivitas kampus tidak berhenti lebih awal hanya karena mahasiswa atau dosen telah terbiasa dengan pola sebelumnya.

Ia mengakui perubahan dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada tahap awal. Menurutnya, orang cenderung mempertahankan kondisi yang sudah dianggap aman dan nyaman.

Baca Juga : Skema 51:49 KSP Pasir Putih Situbondo: Peluang Emas atau Tantangan Berat Investor?

"Change is noisy," kata Basri, menggambarkan bahwa setiap perubahan akan menimbulkan "kebisingan" karena membutuhkan proses adaptasi.

Namun, menurut dia, ketidaknyamanan pada masa transisi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mempertahankan status quo apabila pola baru dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

"We have to change something. Kita harus merubah sesuatu, gak boleh status quo demi kemaslahatan lebih besar," tegasnya.

Perubahan ritme akademik itu berlangsung ketika UIN Malang tengah melakukan validasi mahasiswa baru yang dijadwalkan pada 10-14 Agustus 2026 di Gedung Perkuliahan A dan B, Kampus I. Proses tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai besarnya jumlah mahasiswa yang memasuki tahap awal kehidupan akademiknya di UIN Malang.

Basri memperkirakan lebih dari 90 persen mahasiswa baru yang diterima telah melakukan registrasi ulang. Ia melihat tingginya arus kendaraan yang masuk ke Kampus I sebagai salah satu indikator bahwa jumlah mahasiswa yang melakukan daftar ulang cukup besar.

"Saya tidak tahu persis secara nilai-nilai kuantitatifnya, tapi insya Allah lebih dari 90 persen kita ini daftar ulang," ujarnya.

 


Topik

Pendidikan uin maliki malang pkpba bahasa arab mahad



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan