Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Deretan Kebakaran Besar di Indonesia Sepanjang 2026, Kalimantan hingga Gunung Semeru Masih Membara

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

29 - Aug - 2026, 14:45

Placeholder
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Sebanyak 18.065 titik panas atau hotspot terpantau di Indonesia pada 28 Agustus 2026. Lonjakan tersebut menjadi sinyal bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi di tengah musim kemarau.

Kementerian Kehutanan mencatat Kalimantan menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi. Kalimantan Tengah tercatat memiliki 7.703 titik panas, Kalimantan Barat 3.384 titik dan Kalimantan Selatan 1.354 titik.

Baca Juga : Head to Head Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia Jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla masih menjadi perhatian pemerintah hingga penghujung Agustus. Apalagi, kebakaran tidak hanya terjadi di hutan dan lahan, tetapi juga melanda kawasan konservasi serta permukiman masyarakat.

Di Jawa Timur, kebakaran sempat melanda kawasan Gunung Bromo sebelum kemudian muncul kebakaran baru di kawasan Gunung Semeru. Sementara itu, Taman Nasional Way Kambas di Lampung dan Desa Adat Sade di Lombok juga mengalami kebakaran dengan dampak yang cukup besar.

Berikut deretan kebakaran besar dan peristiwa karhutla yang menjadi sorotan di Indonesia sepanjang 2026 hingga 29 Agustus.

1. Karhutla Kalimantan Meluas, Ribuan Hotspot Terpantau

Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang paling mendapat perhatian dalam penanganan karhutla tahun ini.

Berdasarkan data BNPB per 22 Agustus 2026, luas karhutla yang tercatat di Indonesia mencapai sekitar 72.798,73 hektare.

Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luasan terbesar, yakni sekitar 38.310,89 hektare. Selanjutnya Kalimantan Selatan tercatat sekitar 8.019,62 hektare dan Kalimantan Tengah sekitar 7.634,46 hektare.

Namun, angka luasan tersebut perlu dibaca berdasarkan periode pencatatan BNPB. Sementara itu, Kementerian Kehutanan menggunakan pemantauan hotspot berbasis satelit yang diperbarui secara berkala. Dengan demikian, jumlah hotspot dan luas lahan terbakar merupakan indikator yang berbeda.

Perkembangan terbaru menunjukkan risiko kebakaran di Kalimantan masih tinggi.

Pada 28 Agustus 2026, Kementerian Kehutanan mencatat 18.065 hotspot di seluruh Indonesia. Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 7.703 titik.

Kalimantan Barat berada di posisi berikutnya dengan 3.384 titik dan Kalimantan Selatan 1.354 titik.

Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai wilayah prioritas pengendalian karhutla, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kehutanan yang dikutip Reuters, sekitar 202.004 hektare lahan terdampak kebakaran sepanjang Januari-Juli 2026.

Hampir 95.000 hektare di antaranya tercatat hanya dalam satu bulan, yakni Juli.

Kondisi panas dan kering menjadi salah satu faktor yang membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Pemerintah juga menyoroti aktivitas manusia sebagai salah satu faktor yang dapat memicu kebakaran.

2. Kebakaran Gunung Bromo Jadi Salah Satu Sorotan di Jawa Timur

Kebakaran kawasan konservasi juga terjadi di Jawa Timur, tepatnya di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Api mulai melanda kawasan Gunung Bromo pada awal Agustus 2026. Penanganan kemudian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan untuk mencegah kebakaran menyebar lebih luas.

Dalam proses penanganannya, luasan area terdampak mengalami perubahan seiring dengan pembaruan pemetaan di lapangan. Karena itu, angka luasan yang muncul dalam berbagai laporan tidak dapat dianggap sebagai satu angka final.

Kebakaran tersebut juga sempat berdampak terhadap aktivitas wisata di kawasan Bromo.

Setelah api berhasil dikendalikan dan kondisi dinilai aman, kawasan wisata Bromo kembali dibuka untuk wisatawan mulai 20 Agustus 2026.

Kebakaran Bromo menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian besar di Jawa Timur karena terjadi di kawasan konservasi yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah tersebut.

3. Gunung Semeru Kembali Terbakar, Tujuh Titik Masih Ditangani

Ancaman kebakaran di TNBTS belum sepenuhnya berakhir.

Beberapa hari setelah kebakaran Bromo berhasil ditangani, api kembali muncul di kawasan Gunung Semeru. Hingga 29 Agustus 2026, petugas gabungan masih melakukan penanganan di tujuh titik.

Lokasi tersebut meliputi Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, Ayak-Ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo dan Puncak Trisula.

Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala pemadaman. Petugas pun menggunakan kombinasi penanganan darat dan udara.

Dua helikopter bantuan BPBD Jawa Timur dikerahkan pada 28 Agustus untuk melakukan water bombing di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Berdasarkan pemetaan TNBTS hingga Jumat malam, sekitar 170 hektare kawasan Semeru terdampak kebakaran. Sebagian besar wilayah yang terbakar merupakan ekosistem sabana.

Hingga 29 Agustus, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Petugas memprioritaskan pengendalian api sebelum investigasi dilakukan secara menyeluruh.

4. Way Kambas Terbakar, Sekitar 673 Hektare Terdampak

Kebakaran juga melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, di kawasan Resor Kuala Penet.

Baca Juga : Kuota Internet Tak Lagi Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan ke Pelanggan

Kementerian Kehutanan memperkirakan area terdampak mencapai sekitar 673 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan masih menunggu proses verifikasi lapangan.

Penanganan melibatkan sekitar 250 personel gabungan yang terdiri atas unsur taman nasional, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan sejumlah pihak lainnya.

Setelah dilakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB.

Kebakaran Way Kambas menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu habitat penting bagi gajah Sumatra.

Kementerian Kehutanan memastikan gajah Sumatra yang berada di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah berada jauh dari lokasi kebakaran sehingga tidak terdampak langsung.

5. Kebakaran Desa Adat Sade, Puluhan Rumah dan Art Shop Terdampak

Kebakaran besar lainnya terjadi di kawasan permukiman adat Desa Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kebakaran terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Pembaruan data mencatat sebanyak 75 rumah adat dan 69 art shop terdampak akibat kebakaran.

Api juga mengenai sejumlah fasilitas adat dan fasilitas umum, di antaranya masjid, berugak, lumbung, bale beleq, toilet dan gerbang adat.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena Desa Adat Sade bukan hanya kawasan permukiman tradisional masyarakat Sasak. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok.

Kerusakan rumah dan tempat usaha membuat dampak kebakaran turut dirasakan dari sisi ekonomi. Sebagian warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata serta penjualan kerajinan kepada wisatawan.

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak kemudian menyiapkan langkah pemulihan, termasuk pembangunan fasilitas sementara untuk membantu masyarakat kembali beraktivitas.

6. Titik Api Baru Masih Bermunculan di Berbagai Daerah

Ancaman kebakaran tidak berhenti pada sejumlah peristiwa besar tersebut.

BNPB masih menerima laporan karhutla dari berbagai daerah hingga penghujung Agustus. Pada periode 25-27 Agustus, misalnya, kebakaran dilaporkan terjadi di Aceh Tengah, Belitung Timur, Sukabumi dan Aceh Besar.

Di Belitung Timur, kebakaran lahan di Desa Lenggang dan Desa Selingsing mencapai sekitar 12,69 hektare.

Sementara di Sukabumi, sekitar empat hektare lahan terbakar dan berhasil dipadamkan.

Dalam laporan periode 28-29 Agustus, BNPB kembali mencatat kebakaran lahan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Sekitar dua hektare lahan terbakar di Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto.

Munculnya kejadian-kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran masih tersebar di berbagai wilayah. Padamnya api di satu daerah tidak otomatis menghilangkan ancaman kebakaran di daerah lainnya.

Rentetan kebakaran sepanjang Agustus 2026 memperlihatkan bahwa ancaman karhutla masih menjadi persoalan serius.

Peningkatan hotspot di Kalimantan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Di Jawa Timur, kawasan TNBTS bahkan harus menghadapi dua peristiwa kebakaran yang menjadi sorotan, yakni kebakaran di Bromo dan kebakaran baru di kawasan Semeru.

Sementara itu, kebakaran Way Kambas menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan konservasi ketika kondisi lingkungan mengering.

Kasus Desa Adat Sade juga menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat memberikan dampak luas, bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga rumah, tempat usaha dan sumber penghasilan masyarakat.

Pemerintah terus memperkuat penanganan melalui patroli, pemantauan hotspot, pengecekan lapangan, pemadaman darat hingga operasi udara di wilayah yang sulit dijangkau.

Masyarakat di daerah rawan kebakaran juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak meninggalkan sumber api di kawasan hutan maupun lahan.

Apabila menemukan kepulan asap atau titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum kebakaran meluas.

Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, kewaspadaan tetap diperlukan. Sebab, hingga 29 Agustus 2026, titik api masih bermunculan dan sejumlah wilayah masih menghadapi ancaman kebakaran.


Topik

Peristiwa Kebakaran hutan karhutla



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa