JATIMTIMES - Hewan babi yang diduga merupakan babi ngepet, ditangkap warga di Desa Pakel Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Babi ngepet dipercaya oleh masyarakat sebagai jelmaan manusia untuk tujuan pesugihan.
Dari keterangan Kepala Desa Pakel, Kasenur awalnya Jumat (16/1/2026) pukul 02.00 dini hari, anaknya pulang dari pengajian Gus Iqdam di Desa Kunir, masuk wilayah Kabupaten Blitar.
Baca Juga : Polemik Griyashanta, Warga: Bukan Serta Merta Menolak, Kami Ingin Komunikasi
"Saat anak saya pulang dari pengajian, itu di depan rumah tampak hewan berwarna hitam dan melengus-lengus lalu setelah dipastikan ternyata celeng atau babi," kata Kasenur.
Hewan yang disebut babi ngepet ini kemudian lari ke jalan dan saat dilakukan upaya penangkapan, tidak terkejar.
"Sempat masuk ke rumah warga yang punya usaha pemotongan ayam. Pemilik rumah juga ketakutan, lalu babinya pergi lagi," ungkap Kasenur.
Dari rumah ini, disebut Kasenur, babi ngepet kemudian lari ke arah timur hingga pertigaan gapura desa.
"Kemudian saya mendengar babi itu tertangkap di sekitar Gapura," terangnya.
Penangkapan babi sekitar jam 03.00 wib ini selanjutnya tersiar ke telinga warga.
Baca Juga : Banjir Rendam Jalur Rel Jateng, Ratusan Penumpang KA Tujuan Malang Terdampak Keterlambatan
Hingga siang, kabar tertangkapnya babi ngepet ini makin heboh dan bahkan telah datang dari pihak Polsek Ngantru.
Warga penasaran dan menunggu babi yang telah dikurung dengan anyaman bambu ini berubah bentuk untuk mengetahui siapa pemiliknya.
"Hingga saat ini bentuknya tetap babi, tidak berubah menjadi manusia," bebernya
Apakah benar hewan yang ditangkap ini merupakan Jelmaan atau babi asli yang lepas dari kandang, masih belum dapat dipastikan.
