91 Ribu Wisatawan Serbu Kota Batu Saat Lebaran 2026, Puncak Kunjungan Jelang Nyepi
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
27 - Mar - 2026, 04:14
JATIMTIMES - Sebanyak 91.307 wisatawan tercatat mengunjungi Kota Batu, selama periode libur panjang Lebaran 2026 hingga Rabu (25/3/2026). Lonjakan kunjungan ini dipicu adanya cuti bersama Hari Raya Nyepi dan libur sekolah, dengan puncak tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026.
Lonjakan tertinggi terjadi pada 18 Maret dengan 14.542 kunjungan, sehari sebelum Nyepi yang menjadi titik awal pergerakan besar wisatawan menuju Kota Batu. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, megatakan pola kunjungan tahun ini mengalami pergeseran, di mana wisatawan datang lebih awal sebelum Idul Fitri, memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata ke berbagai destinasi unggulan di Kota Batu.
Baca Juga : HUT ke- 112 Kota Malang, Usung Busana Sejarah hingga Penguatan Status Kota Kreatif Dunia
“Cuti bersama Nyepi menjadi pemicu awal lonjakan. Masyarakat memanfaatkan jeda waktu sebelum hari raya utama, sehingga puncak kunjungan terjadi lebih cepat dari biasanya,” jelas Onny.
Pergerakan wisatawan tahun ini memang tidak berjalan linier. Sektor Daya Tarik Wisata (DTW) sempat melonjak signifikan sejak 17 Maret, sebelum akhirnya melambat saat Nyepi dan Idul Fitri karena masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah.
“Pada momen hari besar keagamaan, aktivitas wisata luar ruangan cenderung menurun. Namun setelah itu, kunjungan kembali pulih dengan cepat,” imbuh Onny.
Hal tersebut terbukti pada 22 Maret, angka kunjungan kembali melonjak mendekati 10 ribu wisatawan. Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan tetap melanjutkan agenda liburan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah.
Menariknya, kondisi berbeda terlihat di sektor akomodasi. Tingkat hunian justru tetap stabil bahkan saat hari besar berlangsung. Pada Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, angka okupansi tercatat masih berada di atas dua ribu unit.
“Ini menandakan wisatawan dari luar daerah tetap memilih tinggal di Batu, meskipun aktivitas wisata sedikit berkurang karena menghormati perayaan keagamaan,” tambah Onny.
Selain itu, perbedaan waktu penetapan Idul Fitri pada 20 dan 21 Maret juga ikut memengaruhi ritme kunjungan. Saat sebagian masyarakat mulai fokus pada silaturahmi, angka kunjungan sempat menurun, sebelum kembali bergerak seiring aktivitas keluarga pasca-lebaran.
Baca Juga : Aston Inn Batu Tawarkan Konsep Pernikahan Intim dan Personal, Paket Mulai Rp 10 Juta
Onny menegaskan, dinamika ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan pariwisata ke depan. Menurutnya, strategi tidak bisa lagi hanya bertumpu pada satu momentum hari besar.
“Pola tahun ini menunjukkan bahwa kombinasi libur nasional dan perilaku sosial masyarakat sangat menentukan arus wisata. Ini harus menjadi dasar dalam merancang strategi pariwisata ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, kontribusi terbesar kunjungan masih berasal dari sektor destinasi wisata dengan lebih dari 76 ribu pengunjung, sementara sektor akomodasi menyumbang sekitar 15 ribu. Pemkot Batu optimistis angka tersebut masih akan bertambah seiring belum seluruh pelaku usaha menyerahkan laporan akhir.
Dengan tren yang terus bergerak hingga akhir Maret, Kota Batu diprediksi tetap menjadi pilihan utama wisatawan, terutama selama periode libur sekolah yang masih berlangsung.
