Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Jelang Lebaran Omzet Pedagang Camilan di Kota Batu Naik 50 Persen, Kripik Asin Jadi Primadona

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

14 - Mar - 2026, 16:53

Placeholder
Sejumlah pedagang camilan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mulai merasakan kenaikan pembeli menjelang idulfitri, meski tidak sesignifikan tahun lalu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Geliat ekonomi masyarakat di Kota Batu mulai peningkatan seiring semakin dekatnya perayaan Idul Fitri 1447 H. Belanja camilan salah satunya. Para pedagang camilan di Pasar Induk Among Tani kini mulai memanen berkah seiring lonjakan omzet yang mencapai 50 persen dibandingkan hari biasanya.

Salah seorang pedagang, Rofiana, mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan mulai terasa signifikan dalam dua hari terakhir. Jika pada hari biasa ia hanya mampu menjual di bawah 10 bungkus camilan, kini penjualannya stabil di angka 20 bungkus per hari.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

"Alhamdulillah, mendekati Lebaran ini penjualan sudah mulai stabil di angka 20-an bungkus per hari," ungkap Rofiana, Jumat (13/3/2026).

Menariknya, pola belanja masyarakat tahun ini dinilai cukup unik dan lebih selektif. Konsumen cenderung tidak memborong dalam jumlah besar sekaligus, melainkan datang berulang kali untuk menambah stok secara bertahap. Fenomena ini diduga terjadi akibat kondisi ekonomi yang membuat warga lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Pergeseran minat juga terjadi pada jenis penganan yang dicari. Jika biasanya Lebaran identik dengan kue kering, tahun ini justru camilan bercita rasa asin seperti kripik, rengginang, hingga kacang-kacangan yang paling laris manis diburu pembeli.

"Sekarang banyak yang cari yang asin-asin. Selain faktor selera, harganya juga lebih terjangkau, sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per bungkus. Sementara kue kering harganya bisa menyentuh Rp 35 ribu per kotak," tambah perempuan asal Kelurahan Sisir tersebut.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Hal senada disampaikan oleh Fatul, pedagang lainnya di pasar yang sama. Ia menyebut kripik tempe menjadi salah satu komoditas yang paling cepat habis. Dengan harga variatif mulai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, camilan lokal ini tetap menjadi magnet utama bagi pembeli.

Para pedagang memprediksi puncak keramaian di Pasar Induk Among Tani akan terus meningkat hingga H-1 Lebaran. Mereka berharap perputaran uang di sektor camilan lokal ini tetap stabil hingga masa libur panjang berakhir, seiring dengan status Kota Batu sebagai destinasi wisata utama di Jawa Timur.


Topik

Ekonomi camilan camilan lebaran omzet pedagang kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bangkalan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana