JATIMTIMES - Gelaran Nusantara Writing Festival (NWF) ke-5 di Kota Malang tak hanya menghadirkan ratusan gagasan inovatif dari generasi muda, tetapi juga memunculkan perbincangan soal sejauh mana ide-ide tersebut benar-benar berdampak.
Ajang yang digelar pada 18 hingga 19 April 2026 lalu ini menjadi panggung besar bagi 319 finalis dari 146 tim yang berasal dari 68 institusi pendidikan di 16 provinsi.
Baca Juga : Cegah Banjir, Pemkot Surabaya Lanjutkan Normalisasi Kalianak dan Dampingi Warga
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Setara Prisma Nusantara bersama STMIK PPKIA Pradnya Paramita, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Widya Gama Malang serta Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ini dipusatkan di Malang Creative Center.
Ketua STIMATA Malang Tubagus Mohammad Akhriza menegaskan bahwa keberlanjutan kegiatan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi lintas lembaga. “Keberlanjutan penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi yang terbangun serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para finalis yang dinilai telah menunjukkan kualitas tinggi selama proses seleksi hingga presentasi. “Kami mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan kualitas dan dedikasi tinggi melalui proses seleksi yang ketat,” tambahnya.
Meski demikian, di balik kemeriahan presentasi berbagai ide dari sektor teknologi, pendidikan, kesehatan hingga lingkungan, muncul sorotan terkait implementasi nyata dari gagasan tersebut. Tema besar tentang inovasi berkelanjutan dinilai perlu dibarengi dengan langkah konkret agar tidak berhenti pada kompetisi semata.
Di sisi lain, panitia menegaskan bahwa ajang ini memang dirancang sebagai pemantik lahirnya ide-ide besar dari generasi muda. “Diharapkan ajang ini dapat menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi masa depan bangsa,” ujar Tubagus.
Persaingan dalam kompetisi berlangsung ketat. Universitas Jember berhasil meraih juara pertama, disusul Universitas Airlangga di posisi kedua dan tim dari SMAN 4 Denpasar di posisi ketiga. Sementara Universitas Negeri Malang keluar sebagai juara umum dengan akumulasi nilai tertinggi.
Baca Juga : Legalitas PT Tomoland Dipertanyakan, Ini 7 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Beli Rumah
Tak hanya itu, berbagai penghargaan khusus turut diberikan mulai dari Best Presentation, Best Paper hingga Best Poster. Bahkan, peserta terpilih juga mendapatkan kesempatan program fully funded ke luar negeri dari Next Impact sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas global.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan field trip ke Gunung Bromo. Meski memberi pengalaman tambahan bagi peserta, kegiatan ini turut memunculkan diskusi soal keseimbangan antara aspek seremonial dan penguatan substansi inovasi.
Pada akhirnya, NWF ke-5 menunjukkan dua sisi yang berjalan beriringan. Di satu sisi, ajang ini berhasil menjadi ruang ekspresi dan jejaring bagi generasi muda dari seluruh Indonesia. Namun di sisi lain, muncul dorongan kuat agar ide-ide yang lahir tidak berhenti sebagai konsep, melainkan dapat diwujudkan menjadi solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan.
