JATIMTIMES – Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Jawa Timur (Jatim), Khusnul Arif, memberikan catatan hijau terhadap capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tahun 2025. Meski sempat muncul perdebatan mengenai anomali data di permukaan, Khusnul menegaskan bahwa kinerja lingkungan hidup Jatim secara substansi telah melampaui target yang ditetapkan.
Khusnul Arif menjelaskan bahwa jika dihitung secara objektif menggunakan parameter yang konsisten, angka IKLH Jatim mencapai 78,88. Angka ini menunjukkan performa lingkungan hidup yang sangat sehat dan melampaui target tahunan.
Baca Juga : Juara Jatim Series 1 Atlet Panahan Banyuwangi Ayatullah Al Mahdi Buka Peluang Lolos Puslatda PON
"Bila mana parameter Indeks Kualitas Udara (IKU) menggunakan PM 1.0, artinya capaian IKLH kita tercapai dan ini sangat kami apresiasi. Angkanya impresif dan berada di atas target," tegas Khusnul Arif, Jumat (24/4/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Pipin ini secara resmi juga telah melayangkan surat tindak lanjut hasil kunjungan kerja ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI pada 23 April 2026. Surat ini bertujuan untuk mengonfirmasi bahwa nilai IKLH Tahun 2025 belum diumumkan secara resmi karena adanya kendala teknis, yakni belum tersedianya petunjuk teknis terkait parameter pencemar PM 2.5 pada Indeks Kualitas Udara (IKU).
Persoalan ini dipicu oleh proses harmonisasi Peraturan Menteri terkait instrumen pencemar yang harus disesuaikan dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Oleh karena itu, Pansus menegaskan pentingnya penyampaian implementasi kegiatan pengendalaian pencemaran sebagai instrumen pendukung untuk memastikan kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga kualitas lingkungan tetap terekam secara objektif meskipun terkendala transisi parameter baru.
Pansus LKPJ meminta agar KLH memberikan jawaban resmi tertulis paling lambat pada 4 Mei 2026. Kepastian data ini sangat krusial sebagai landasan penyusunan Laporan Hasil Pembahasan dan Rekomendasi Pansus yang dijadwalkan rampung pada 11 Mei 2026, guna menjamin evaluasi kinerja akhir tahun anggaran Gubernur Jatim tetap akurat, kredibel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut, apresiasi yang diberikan Pansus tidak hanya tertuju pada angka indeks, tetapi juga pada efektivitas kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur. Secara administratif, kinerja organisasi perangkat daerah tersebut dinilai sangat memuaskan.
Ia menyebut, capaian indikator program dan kegiatan DLH Jatim menunjukkan performa cemerlang. Dari 24 kegiatan DLH yang diukur dengan 25 indikator, bahkan menembus capaian 100 persen.
Baca Juga : DPRD Malang Genjot Raperda Pemberdayaan, Fokus Tekan Kemiskinan dan Desa Mandiri
Sedangkan untuk program DLH, terdapat 11 program dengan jumlah indikator 20 dan tercapai 22 atau 90,91 persen. Dengan demikian, persentase capaian keseluruhan indikator mencapai 95,74 persen.
"Laporan DLH dilihat dari angka-angka capaiannya sangat bagus. Ini menunjukkan program yang direncanakan tereksekusi dengan efektif di lapangan," imbuh legislator Fraksi Partai NasDem ini.
Ia menegaskan bahwa Pansus akan terus bekerja untuk merumuskan rekomendasi strategis hingga masa kerjanya usai.
"Seluruh hasil kerja ini, termasuk surat balasan dari KLH, akan kami bedah dalam rapat Pansus bersama tim Tenaga Ahli pada awal Mei mendatang. Kami akan rumuskan menjadi rekomendasi strategis, baik berupa catatan, saran, maupun koreksi untuk penyempurnaan kebijakan ke depan," tandasnya.
